Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Harga Pangan di Depok Melambung, Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 Ribu/Kg

Kisar Rajagukguk
27/2/2026 16:18
Harga Pangan di Depok Melambung, Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 Ribu/Kg
Ilustrasi. Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta .(Antara/HO)

MEMASUKI minggu kedua Ramadan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat, terpantau masih melambung tinggi. Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai dan sayur-mayur, yang memicu kekhawatiran pedagang akan terus berlanjut hingga Idulfitri.

Para pedagang menilai kenaikan harga yang terjadi setiap tahun di bulan Ramadan ini disebabkan oleh minimnya intervensi pemerintah dalam menstabilkan harga di tingkat pasar.

"Pemerintah harusnya memastikan harga relatif stabil serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan gejolak harga, agar tak seperti ini harga melompat tinggi," kata Safrudin, 36, perwakilan pedagang Pasar Cisalak saat ditemui, Jumat (27/2).

Lonjakan Harga Komoditas
Safrudin memaparkan, lonjakan harga paling mencolok saat ini terjadi pada cabai merah biasa, cabai rawit merah, dan kol (kubis). Menurut data pedagang, perbandingan harga sebelum dan selama Ramadan adalah sebagai berikut:

  •     Cabai Rawit Merah: Naik dari Rp100.000 menjadi Rp120.000/kg.
  •     Cabai Merah Biasa: Naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000/kg.
  •     Kol/Kubis: Naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000/kg.

"Kami mengkhawatirkan kenaikan ini kian terjadi selama Ramadan bahkan hingga Lebaran, kalau pemerintah tidak turun tangan," lanjut Safrudin.

Senada dengan itu, Sony, 32, pedagang di Pasar Pal Tugu, mengungkapkan bahwa tren kenaikan sebenarnya sudah terasa sebelum memasuki bulan puasa. Namun, intensitas kenaikan semakin tajam saat ini.

"Soal harga cabe dan kubis sudah naik sebelum puasa cuma tidak seperti saat ini lompatannya. Mungkin juga semua jenis bahan pokok termasuk beras, minyak goreng akan mengalami kenaikan harga juga," imbuh Sony.

Menurutnya, fenomena ini dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat yang tidak dibarengi dengan kesiapan stok barang di pasar. "Namun, tingginya permintaan atas bahan pokok tak serta merta dibarengi dengan kesiapan pasokan barang," paparnya.

Pantauan Pasar Tradisional
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Pasar Cisalak, Budi Haryanto, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan harga ini terjadi merata di lima pasar tradisional Kota Depok, yakni:

  •     Pasar Cisalak
  •     Pasar Sukatani
  •     Pasar Pal Tugu
  •     Pasar Agung
  •     Pasar Kemiri Muka

Meski saat ini harga masih tinggi, Budi memprediksi akan ada fluktuasi harga menjelang hari raya.

"Hari H Lebaran berdasarkan pengalaman, biasanya turun. Namun beberapa hari kemudian harga-harga kebutuhan pokok tersebut akan kembali naik. Hal itu, karena banyak masyarakat yang sudah pulang dari mudik dan kembali menjalankan aktivitas," pungkas Budi. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya