Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Dinkes Depok dan BPOM Perketat Pengawasan Takjil Ramadan 2026

Kisar Rajagukguk
07/3/2026 12:18
Dinkes Depok dan BPOM Perketat Pengawasan Takjil Ramadan 2026
Ilustrasi .(MI/Usman Iskandar)

PEMERINTAH Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggandeng Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) keamanan pangan di sejumlah sentra takjil Ramadan, Jumat (6/3). Langkah ini diambil guna menjamin jajanan berbuka puasa yang dikonsumsi masyarakat bebas dari kandungan zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, yang memimpin langsung operasi tersebut, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.

"Ya, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama BPOM melakukan secara rutin pengawasan takjil setiap bulan Ramadan untuk memastikan jajanan berbuka puasa aman dari bahan berbahaya," ujar Devi di sela-sela pemantauan.

Fokus pada Zat Kimia Berbahaya
Pada Ramadan 2026 ini, intensifikasi pengawasan menyasar wilayah-wilayah strategis seperti Jalan Merdeka, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, hingga pusat-pusat keramaian di tepian jalan protokol lainnya.

Petugas gabungan melakukan pengambilan sampel (sampling) terhadap berbagai jenis makanan olahan, jajanan pasar, hingga minuman berwarna. Sampel tersebut langsung diuji di laboratorium keliling milik BPOM menggunakan alat uji cepat (rapid test kit).

"Tujuan pengawasan, memastikan takjil bebas dari bahan kimia berbahaya yang dilarang seperti formalin, dan boraks. Kita melaksanakan pengawasan secara intensif selama bulan Ramadhan, terutama di sore hari di lokasi-lokasi keramaian penjualan takjil," imbuh Devi.

Sanksi bagi Pelanggar
Pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi bagi pedagang yang kedapatan menjual pangan tidak layak konsumsi. Devi menegaskan, jika ditemukan indikasi kandungan berbahaya, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

"Kita akan mengambil tindakan jika ditemukan bahan berbahaya, dan kita akan melakukan tindak lanjut berupa pembinaan atau penindakan kepada pedagang," tegasnya.

Menurutnya, pengawasan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tugas krusial untuk memastikan standar keamanan pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.

"Pengawasan takjil adalah agenda rutin kami tiap tahun Ramadan. Kita fokus untuk melihat apakah makanan yang berupa takjil ini layak dikonsumsi oleh masyarakat," paparnya.

Pengawasan Tematik hingga Idul Fitri
Selain menyasar pedagang takjil, Dinkes Depok telah menyusun jadwal pengawasan pangan secara tematik. Mendekati hari raya, fokus pengawasan akan beralih ke komoditas bahan pokok lainnya.

"Kalau secara berkala secara tematik, biasanya kalau Ramadan khusus di takjil. Kalau di tema-tema lain biasanya nanti menjelang Idul Fitri, kita akan cek daging dan sebagainya," ujar Devi.

Dalam pantauan di lapangan, puluhan sampel berhasil dikumpulkan dari deretan tenda pedagang. Petugas juga tampak berdialog dengan para pedagang terkait bahan baku yang digunakan.

Salah seorang pedagang yang dagangannya ikut diperiksa mengaku mendukung penuh langkah pemerintah tersebut. "Kenapa harus takut. Kalau kita tak aneh-aneh, aman-aman aja," pungkasnya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya