Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya kepemimpinan langsung kepala daerah dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC). Target pemerintah untuk menghapus TBC pada 2030 dinilai hanya dapat tercapai jika daerah bergerak aktif dan terkoordinasi, sejalan dengan program quick win Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengungkapkan, merujuk Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati posisi kedua dengan kasus TBC tertinggi di dunia, sementara angka penemuan kasus baru mencapai 62%.
Menurutnya, situasi ini tidak bisa ditangani secara parsial. "Karena penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan secara sektoral, yaitu sektor kesehatan saja atau di daerah, di dinas kesehatan saja," ujar Wiyagus dikutip pada Rabu (11/2).
Ia menekankan, pemerintah daerah memegang peran strategis sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Daerah diminta memasukkan indikator TBC dalam dokumen RPJMD dan Renstra perangkat daerah, sekaligus mengoordinasikan pelaksanaan program penanggulangan di wilayah masing-masing.
Lebih jauh, Wiyagus meminta agar Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) diperkuat agar aktif dan fungsional, serta dievaluasi secara berkala. Bahkan, capaian penanganan TBC didorong menjadi indikator kinerja kepala daerah, bukan semata tanggung jawab dinas kesehatan.
Peran camat juga disorot sebagai koordinator wilayah yang menggerakkan desa, kelurahan, kader TP PKK, Posyandu, hingga RT/RW untuk memperkuat deteksi dini di masyarakat.
"Camat, dan lurah, kades perlu memiliki KPI (Key Performance Indicator) TBC. Prinsip dasar dalam menetapkan KPI bahwa bukan KPI medis, tapi KPI tata kelola dan mobilisasi. Kalau masih banyak kasus belum ditemukan, berarti fungsi koordinasi wilayah belum optimal. KPI ini tujuannya mendorong aksi cepat, kemudian kolaboratif, dan empatik," tutur Wiyagus.
Sebagai langkah konkret, Wiyagus berharap daerah mengintensifkan gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TB. Melalui kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, percepatan eliminasi TBC diharapkan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan hingga target 2030 tercapai. (Mir/P-3)
Pemerintah pusat terus memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah di tanah air, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.
Wamendagri, Bima Arya, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Kupang dalam kunjungannya ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang.
Selain larangan tindakan kekerasan, Wamendagri Akhmad Wiyagus juga menekankan terkait semangat kebersamaan, gotong royong dan toleransi bagi para praja pratama IPDN,
Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan dirinya akan membagi tugas tiga Wamendagri berdasarkan wilayah di Indonesia, yakni, barat, timur, dan tengah.
Mendagri Tito Karnavian mengatakan, pembagian tugas para wakil menterinya akan disesuaikan dengan zona waktu di Indonesia agar koordinasi pemerintahan lebih efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved