Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, mewacanakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah go public ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan transparansi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut telah memiliki kesiapan fundamental untuk melantai di bursa saham.
"Kita siap melantai di bursa efek Indonesia (BEI). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perluasan cakupan layanan air bersih dan efisiensi melalui digitalisasi," ujar Olik di Depok, Jumat (30/1).
Menurut Olik, transformasi menjadi perusahaan terbuka akan memudahkan PDAM dalam memperoleh akses pendanaan segar guna pembangunan infrastruktur. Hal ini dinilai krusial untuk memenuhi standar layanan yang lebih tinggi.
Dukungan Pemerintah dan Legislatif
Rencana besar ini pun telah mendapatkan lampu hijau dari pemangku kepentingan di Kota Depok. Olik menyebutkan bahwa pihak eksekutif maupun legislatif mendorong PDAM untuk segera melakukan persiapan teknis menuju IPO.
"Kesiapan go public ini telah mendapat apresiasi pemerintah daerah dan legislatif. PDAM telah disarankan untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Bahkan secara terbuka pemerintah daerah dan legislatif sudah mengatakan BUMD Kota Depok harus siap-siap untuk bisa IPO," terang Olik.
Saat ini, cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok dengan jumlah pelanggan melampaui angka 120 ribu sambungan. Olik menargetkan peningkatan signifikan pada tahun ini.
"Sekarang PDAM bisa memberikan sampai dengan 23% air bersih di Kota Depok. Pelanggannya di atas 120 ribu. Kami persiapkan di 2026, PDAM Tirta Asasta ini harus bisa diatas 23 %. Seluruh kebutuhan air di Kota Depok terpenuhi. Dan kalau itu sudah bisa terpenuhi, penggunanya pelanggannya 130 ribu," lanjutnya.
Pengelolaan Berbasis Hak Asasi
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, memberikan catatan positif terhadap wacana ini. Ia menilai pelepasan saham ke publik tidak akan menghilangkan fungsi sosial perusahaan, melainkan justru memperkuat hak masyarakat atas air bersih.
Hamzah menilai wacana go public atau menjual saham PDAM Tirta Asasta secara terbuka tetap selaras dengan prinsip air sebagai hak asasi manusia.
"Komisi B tidak meragukan bahwa proses go public akan membuat pengelolaan PDAM Tirta Asasta lebih baik," pungkas Hamzah. (KG/P-2)
Warga telah berupaya mengatur alur pembuangan agar sampah tidak semakin tercecer ke jalan raya.
Jelajahi sejarah Kota Depok, dari kampung Belanda hingga kota modern. Temukan cerita menarik & fakta unik!
Menanggapi keluhan pedagang, Kepala UPTD Pasar Cisalak, Wahyu Syahadat menyatakan telah meminta Pemkot Depok untuk menata PKL di sekitar area Pasar Cisalak.
Dinas PUPR Depok bersama warga telah melakukan upaya penanganan darurat sementara di beberapa titik.
Lima Kepala Keluarga (KK) dengan total 25 orang terdampak penutupan akses jalan dengan tembok batako tersebut.
Penanaman pohon ini adalah untuk mencegah bencana longsor.
Selain antisipasi sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan, juga mengantisipasi potensi kekeringan bersamaan kemungkinan terjadi kemarau.
Secara spontan, kehadiran Gubsu bersama Bupati Samosir disambut masyarakat dengan antusias dengan harapan PDAM dapat kembali normal menyalurkan air bersih.
Selain pembangunan pipa jaringan distribusi utama, sambung Olik, manajemen PDAM Tirta Asasta juga memastikan menjelang Lebaran stok air bersih bagi pelanggannya terjaga.
Upaya mewujudkan target pemenuhan layanan air bersih perlu mempertimbangkan aspek pembiayaan dan investasi yang tidak murah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved