Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tingkatkan Cakupan Air Bersih, PDAM Depok Targetkan IPO di 2026

Kisar Rajagukguk
30/1/2026 19:24
Tingkatkan Cakupan Air Bersih, PDAM Depok Targetkan IPO di 2026
Kantor PDAM Tirta Asasta di Kota Depok, Jawa Barat .(MI/Kisar Rajagukguk)

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, mewacanakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah go public ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan transparansi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut telah memiliki kesiapan fundamental untuk melantai di bursa saham.

"Kita siap melantai di bursa efek Indonesia (BEI). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perluasan cakupan layanan air bersih dan efisiensi melalui digitalisasi," ujar Olik di Depok, Jumat (30/1).

Menurut Olik, transformasi menjadi perusahaan terbuka akan memudahkan PDAM dalam memperoleh akses pendanaan segar guna pembangunan infrastruktur. Hal ini dinilai krusial untuk memenuhi standar layanan yang lebih tinggi.

Dukungan Pemerintah dan Legislatif
Rencana besar ini pun telah mendapatkan lampu hijau dari pemangku kepentingan di Kota Depok. Olik menyebutkan bahwa pihak eksekutif maupun legislatif mendorong PDAM untuk segera melakukan persiapan teknis menuju IPO.

"Kesiapan go public ini telah mendapat apresiasi pemerintah daerah dan legislatif. PDAM telah disarankan untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Bahkan secara terbuka pemerintah daerah dan legislatif sudah mengatakan BUMD Kota Depok harus siap-siap untuk bisa IPO," terang Olik.

Saat ini, cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok dengan jumlah pelanggan melampaui angka 120 ribu sambungan. Olik menargetkan peningkatan signifikan pada tahun ini.

"Sekarang PDAM bisa memberikan sampai dengan 23% air bersih di Kota Depok. Pelanggannya di atas 120 ribu. Kami persiapkan di 2026, PDAM Tirta Asasta ini harus bisa diatas 23 %. Seluruh kebutuhan air di Kota Depok terpenuhi. Dan kalau itu sudah bisa terpenuhi, penggunanya pelanggannya 130 ribu," lanjutnya.

Pengelolaan Berbasis Hak Asasi
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, memberikan catatan positif terhadap wacana ini. Ia menilai pelepasan saham ke publik tidak akan menghilangkan fungsi sosial perusahaan, melainkan justru memperkuat hak masyarakat atas air bersih.

Hamzah menilai wacana go public atau menjual saham PDAM Tirta Asasta secara terbuka tetap selaras dengan prinsip air sebagai hak asasi manusia.

"Komisi B tidak meragukan bahwa proses go public akan membuat pengelolaan PDAM Tirta Asasta lebih baik," pungkas Hamzah. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya