Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Pipa Transmisi Pecah, Pasokan Air Bersih 30 Ribu Pelanggan di Kota Cirebon Terhenti

Nurul Hidayah    
05/2/2026 19:02
Pipa Transmisi Pecah, Pasokan Air Bersih 30 Ribu Pelanggan di Kota Cirebon Terhenti
Petugas memperbaiki pipa penyaluran air bersih milik PDAM Kota Cirebon di kawasan Plangon, Jawa Barat .(MI/Nurul Hidayah)

LAYANAN air bersih untuk sekitar 30.000 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon mengalami gangguan total menyusul kebocoran pipa transmisi utama di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/2) malam tersebut berdampak pada setidaknya 50% dari total basis pelanggan perusahaan daerah tersebut.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari, mengonfirmasi bahwa hingga Kamis (5/2), tim teknis masih berupaya melakukan perbaikan di titik kerusakan.

“Titik kebocoran sudah ditemukan dan saat ini dalam tahap penanganan,” tutur Sopyan, Kamis (5/2).

Estimasi Perbaikan dan Normalisasi
Menurut Sopyan, durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan. Ia memproyeksikan pengerjaan pipa akan memakan waktu satu hingga dua hari. 

Namun, masyarakat diimbau untuk memahami bahwa selesainya perbaikan fisik tidak serta-merta membuat air langsung mengalir ke rumah warga.

“Namun distribusi belum langsung pulih sepenuhnya karena harus melalui tahap normalisasi jaringan,” tutur Sopyan. Biasanya, lanjut Sopyan, proses normalisasi membutuhkan waktu sekitar seminggu hingga air benar-benar bisa kembali mengalir normal.

Tahapan normalisasi ini krusial untuk memastikan sistem distribusi kembali stabil tanpa hambatan teknis di dalam pipa.

“Tahap normalisasi diperlukan untuk membuang udara yang masuk ke dalam pipa selama proses perbaikan,” tutur Sopyan. Adanya udara di dalam pipa dapat menyebabkan aliran tersendat atau tekanan tidak stabil di rumah pelanggan.

Faktor Usia Pipa dan Beban Jalan
Pipa yang mengalami kebocoran tersebut merupakan jalur transmisi vital berdiameter besar yang telah terpasang sejak tahun 1978. Jalur ini berfungsi mengalirkan air dari mata air Cipaniis, Kabupaten Kuningan, menuju instalasi pengolahan dan reservoir sebelum didistribusikan ke Kota Cirebon.

“Sekalipun pipa ini sejak 1978 namun secara teknis masih layak. Karena kami rutin maintenance dan pemantauan pengaliran,” tutur Sopyan.

Terkait penyebab kerusakan, pihak Perumda menduga ada faktor tekanan eksternal yang cukup berat di atas jalur pipa tersebut. "Ini kebetulan di jalur yang menanjak dan ada beban kendaraan. Ini bisa jadi salah satu penyebabnya,” tutur Sopyan. Kondisi tanah yang labil di area tersebut disinyalir turut memberikan tekanan tambahan pada struktur pipa.

Layanan Darurat Mobil Tangki
Guna meringankan beban masyarakat selama masa perbaikan, Perumda Tirta Giri Nata menyiagakan armada bantuan air bersih.

“Kami siapkan pelayanan lewat mobil tangki. Kami punya tiga unit dan dibantu PDAM sekitar," tutur Sopyan.

Akibat insiden ini, diperkirakan volume air yang terbuang mencapai 75.000 meter kubik dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami berharap masyarakat bersabar selama proses perbaikan dan normalisasi berlangsung. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tutup Sopyan. (UL/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik