Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Pasokan Melimpah, Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Mulai Turun!

Naufal Zuhdi
25/2/2026 15:18
Pasokan Melimpah, Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Mulai Turun!
Pedagang cabai tengah menunggu barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

KABAR baik bagi masyarakat, harga cabai rawit merah di berbagai wilayah Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, melandainya harga ini seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di sejumlah sentra produksi utama.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai sempat berfluktuasi akibat tingginya permintaan dan curah hujan ekstrem yang menghambat proses petik.

“Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil,” ujar Maino dalam keterangan resminya, Rabu (25/2).

Update Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati

Saat ini, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta rata-rata mencapai 14-18 ton per hari. Stabilitas pasokan ini berhasil menekan harga di tingkat pedagang ke kisaran Rp65.000 per kilogram (kg), menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Distribusi terbaru ke PIKJ hari ini mencakup pasokan dari Enrekang (Sulawesi Selatan) sebanyak 2,1 ton dan Magelang (Jawa Tengah) sebanyak 2,5 ton. Di tingkat grosir, harga tercatat sekitar Rp50.000 per kg, sementara harga eceran di pasar tradisional berada di rentang Rp60.000 hingga Rp65.000 per kg.

Perbandingan Harga Cabai di Berbagai Daerah:

  • Kediri: Turun dari Rp70.000 menjadi Rp60.000/kg.
  • Jawa Tengah: Kisaran Rp60.000 - Rp70.000/kg.
  • Jambi: Turun dari Rp85.000 menjadi Rp65.000 - Rp70.000/kg.
  • Cabai Merah Keriting: Stabil di kisaran Rp20.000/kg.

Kondisi Stok di Sentra Produksi

Perwakilan Champion Cabai dari Sleman, Ardi, memastikan bahwa ketersediaan cabai di tingkat petani sebenarnya sangat mencukupi. Kendala utama sebelumnya hanyalah faktor cuaca yang menghambat pemanenan secara optimal.

“Saat ini tidak ada stok gudang, yang tersedia adalah standing crop atau tanaman siap panen di lahan. Jika cuaca terus mendukung, jumlah petikan akan terus meningkat,” jelas Ardi.

Langkah Stabilisasi Menjelang Ramadan

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, telah menginstruksikan Satgas Pangan di seluruh daerah untuk memperketat pengawasan di jalur distribusi dan titik lelang. Hal ini bertujuan agar harga tidak melambung melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Pemerintah daerah, seperti di Provinsi Jambi, juga mulai menyiapkan operasi pasar melalui subsidi transportasi dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen tanpa merugikan petani.

Sinergi antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjaga stabilitas harga cabai, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan selama periode Ramadan 2026 mendatang. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya