Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi akibat Gelombang Atmosfer dan Sisa Dampak Siklon Senyar

Atalya Puspa    
29/11/2025 09:49
BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi akibat Gelombang Atmosfer dan Sisa Dampak Siklon Senyar
Warga menyaksikan jembatan lintas jalur nasional putus akibat diterjang banjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh(ANTARA FOTO/Ampelsa)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi dalam sepekan ke depan, seiring masih aktifnya gelombang atmosfer dan sisa dampak Ex-Siklon Tropis Senyar di sejumlah wilayah. 

"Meski Siklon Tropis Senyar telah punah setelah terbentuk di Selat Malaka, sistem ini masih memicu hujan sedang hingga ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11). 

BMKG mencatat peningkatan curah hujan ekstrem pada periode 25–27 November 2025, dengan hujan harian mencapai 310,8 mm di Aceh Utara, 262,2 mm di Medan, 229,7 mm di Tapanuli Tengah, dan 154 mm di Padang Pariaman. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah yang sama, sehingga memperbesar risiko banjir, banjir bandang, hingga longsor.

Sepekan ke depan, dinamika atmosfer global hingga lokal juga dinilai memicu risiko hidrometeorologi di banyak wilayah. Indeks Dipole Mode bernilai ?0,6 memicu peningkatan awan hujan di Indonesia barat, sementara kondisi La Nina lemah meningkatkan peluang hujan di Indonesia timur. Penguatan Monsun Asia dan dominasi angin baratan menambah pasokan uap air dari Samudra Hindia, memperbesar potensi hujan lebat.

Madden–Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersama Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator di Selat Malaka, Samudra Hindia barat Aceh, serta selatan Jawa hingga NTT juga berpotensi memicu pembentukan awan hujan intensif.

Di saat bersamaan, Siklon Tropis Koto di Laut Filipina memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang–lebat serta gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara, sehingga meningkatkan risiko gelombang tinggi di wilayah maritim.

BMKG menetapkan status Awas untuk hujan sangat lebat–ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada periode 28–30 November 2025. Wilayah Siaga meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Kepulauan Riau berpotensi terdampak angin kencang.

Dalam periode 29 November–3 Desember 2025, hujan lebat yang berpotensi memicu banjir, longsor, maupun gangguan transportasi diperkirakan terjadi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk cuaca ekstrem yang berpotensi memicu genangan, banjir, dan longsor. Masyarakat diminta menjauhi area terbuka saat hujan disertai angin kencang maupun petir, serta memantau informasi resmi melalui kanal BMKG. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya