Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Catatan 500 Tahun Pohon Pinus, Sinyal Bahaya Iklim Ekstrem di Mediterania

Thalatie K Yani
28/1/2026 06:00
Catatan 500 Tahun Pohon Pinus, Sinyal Bahaya Iklim Ekstrem di Mediterania
Ilustrasi(freepik)

HUTAN pinus di wilayah timur Spanyol ternyata menyimpan "buku harian" iklim yang tak terbantahkan. Melalui analisis terhadap cincin pertumbuhan pohon, para ilmuwan menemukan peringatan serius, variabilitas curah hujan di wilayah Mediterania Barat saat ini jauh lebih ekstrem dan tidak stabil dibandingkan periode mana pun sejak awal tahun 1500-an.

Membaca Sejarah Melalui Pohon

Dalam studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Climate of the Past, para peneliti memeriksa sejarah curah hujan selama 520 tahun menggunakan sampel dari pinus skotlandia (Pinus sylvestris) dan pinus hitam (Pinus nigra).

Metode yang disebut dendroklimatologi ini memanfaatkan sifat alami pohon yang membentuk satu cincin pertumbuhan setiap tahun. Cincin yang lebar menandakan kondisi basah yang mendukung pertumbuhan cepat, sementara cincin yang sempit menjadi bukti adanya kekeringan hebat.

"Tim mengumpulkan sampel dari area pegunungan tinggi di timur Spanyol, di mana pertumbuhan pohon sangat bergantung pada curah hujan," tulis laporan tersebut. Penelitan ini dipimpin oleh Marcos Marín-Martín, kandidat doktor dari Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Spanyol (MNCN-CSIC).

Ketidakstabilan yang Belum Pernah Terjadi

Hasil rekonstruksi data sejak 1505 menunjukkan meskipun iklim Mediterania selalu berubah, pola dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan anomali yang mengkhawatirkan. Sejak sekitar tahun 1975, volatilitas iklim mencapai level yang tidak pernah terlihat dalam lima abad terakhir.

Jika di masa lalu masyarakat petani dapat beradaptasi dengan siklus kering atau basah yang lambat, kini transisi antara kekeringan ekstrem dan hujan lebat terjadi sangat singkat dan tajam. Fenomena "pengelompokan" ekstrem ini menjadi sinyal kuat adanya pergeseran perilaku iklim akibat pemanasan global.

Banjir dan Kekeringan

Pohon-pohon ini merekam hujan lebat kini lebih sering datang dari badai yang bergerak lambat, menyebabkan akumulasi air yang memicu banjir bandang. Di sisi lain, suhu udara yang meningkat mempercepat penguapan, membuat kekeringan terasa lebih mencekam bagi ekosistem dan cadangan air manusia.

Menariknya, data dari cincin pohon ini selaras dengan catatan sejarah kuno. Dokumen gereja dari abad ke-18 dan ke-19 yang mencatat ritual doa meminta hujan atau permohonan agar banjir mereda, ternyata cocok dengan pola cincin sempit dan lebar pada kayu pinus di periode yang sama.

Peringatan untuk Masa Depan

Temuan ini membawa implikasi serius bagi perencanaan wilayah. Sistem pengelolaan air, pertanian, dan kehutanan yang dirancang berdasarkan data rata-rata abad ke-20 mungkin tidak akan sanggup menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Cincin pohon pinus memang tidak bisa meramal cuaca besok, namun mereka memberikan peringatan keras: kondisi iklim saat ini telah melampaui batas normal yang membentuk peradaban Mediterania selama berabad-abad. Kesiapan menghadapi badai yang lebih kuat dan kekeringan yang lebih dalam kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya