Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa ketersediaan pangan pokok strategis secara nasional masih aman. Menjelang Ramadan sampai Idulfitri hingga Maret nanti, pemerintah memastikan ketercukupan stok sembari beriringan dengan program intervensi pangan.
"Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, agar Bapanas terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam waktu dekat ini," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bapanas Maino Dwi Hartono usai menghadiri Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta pada Kamis (29/1).
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan daging sapi/kerbau masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Bapanas memproyeksikan, total ketersediaan secara nasional Januari sampai Maret dapat mencapai 22,2 juta ton. Angka inj berasal dari stok awal tahun di 12,4 juta ton ditambah produksi dalam tiga bulan yang dapat mencapai 9,8 juta ton. Sementara, total kebutuhan konsumsi berasa di 7,7 juta ton sehingga masih ada surplus di akhir Maret sebanyak 14,5 juta ton.
Daging ayam ras juga mencukupi dengan total ketersediaan selama 3 bulan dapat mencapai 1,6 juta ton dari stok awal tahun di 252,3 ribu ton ditambah produksi Januari-Maret 1,4 juta ton. Surplus itu terjadi lantaran kebutuhan konsumsi daging ayam ras di angka 1,01 juta ton.
Selanjutnya, Bapanas juga memproyeksikan ketersediaan telur ayam ras hingga Maret mencapai 1,9 juta ton. Sementara konsumsi nasional Januari-Maret 1,67 juta ton. “Jadi masih akan ada surplus di akhir Maret 305,8 ribu ton,” bebernya.
Sementara itu, ketersediaan gula konsumsi hingga Maret dapat diproyeksikan mencapai 1,46 juta ton yang berasal dari stok awal tahun di 1,44 juta ton ditambah produksi sampai Maret 26,7 ribu ton. Angka tersebut masih dapat memenuhi konsumsi nasional Januari-Maret 712,5 ribu ton. Surplus di akhir Maret diperkirakan mencapai di 751,5 ribu ton.
Tak ketinggalan, komoditas daging sapi/kerbau juga dipastikan masih cukup aman hingga Maret 2026. Adapun total ketersediaan daging sapi/kerbau dari Januari hingga Maret mencapai 185,4 ribu ton yang berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton.
"Di samping itu, Bapanas bersama stakeholder pangan juga akan menggencarkan berbagai program intervensi pangan yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras," tambah Maino.
Di sisi lain, pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di Januari 2026 masih terus dijalankan Perum Bulog sebagai perpanjangan program SPHP beras 2025.
Dalam konferensi pers Rakor hari ini, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan pemerintah bersama segenap stakeholder akan melakukan akselerasi distribusi pangan sebagai antisipasi cuaca. Ini penting sebelum musim penghujan semakin meningkat.
"Kali ini kita ingin fokus kepada jalur distribusinya. Oleh karena itu, terkait dengan ketersediaan semua barang kebutuhan pokok, itu tidak ada masalah. Yang perlu menjadi perhatian adalah faktor cuaca. Secara umum faktor cuaca itu normal. Namun perlu diwaspadai di Februari dan Maret. Itu ada beberapa wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua akan ada kemungkinan hujan," urai Iqbal.
Kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri juga pernah diutarakan oleh Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran menuturkan telah meminta pelaku usaha sektor pangan untuk sama-sama menjaga harga. (H-2)
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Cabai rawit, lanjutnya, sempat turun di angka Rp45.000 tapi sekarang naik lagi menjadi Rp80.000 per kilogram.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2025 Provinsi Gorontalo mengalami deflasi bulanan sebesar 0,12 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved