Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jelang Ramadan dan Idulfitri, Ketersediaan Pangan Pokok Strategis Aman dan Mencukupi

Naufal Zuhdi
30/1/2026 06:37
Jelang Ramadan dan Idulfitri, Ketersediaan Pangan Pokok Strategis Aman dan Mencukupi
Ilustrasi(Dok Bapanas)

PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa ketersediaan pangan pokok strategis secara nasional masih aman. Menjelang Ramadan sampai Idulfitri hingga Maret nanti, pemerintah memastikan ketercukupan stok sembari beriringan dengan program intervensi pangan.

"Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, agar Bapanas terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam waktu dekat ini," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bapanas Maino Dwi Hartono usai menghadiri Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta pada Kamis (29/1).

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan daging sapi/kerbau masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.

Bapanas memproyeksikan, total ketersediaan secara nasional Januari sampai Maret dapat mencapai 22,2 juta ton. Angka inj berasal dari stok awal tahun di 12,4 juta ton ditambah produksi dalam tiga bulan yang dapat mencapai 9,8 juta ton. Sementara, total kebutuhan konsumsi berasa di 7,7 juta ton sehingga masih ada surplus di akhir Maret sebanyak 14,5 juta ton.

Daging ayam ras juga mencukupi dengan total ketersediaan selama 3 bulan dapat mencapai 1,6 juta ton dari stok awal tahun di 252,3 ribu ton ditambah produksi Januari-Maret 1,4 juta ton. Surplus itu terjadi lantaran kebutuhan konsumsi daging ayam ras di angka 1,01 juta ton.

Selanjutnya, Bapanas juga memproyeksikan ketersediaan telur ayam ras hingga Maret mencapai 1,9 juta ton. Sementara konsumsi nasional Januari-Maret 1,67 juta ton. “Jadi masih akan ada surplus di akhir Maret 305,8 ribu ton,” bebernya.

Sementara itu, ketersediaan gula konsumsi hingga Maret dapat diproyeksikan mencapai 1,46 juta ton yang berasal dari stok awal tahun di 1,44 juta ton ditambah produksi sampai Maret 26,7 ribu ton. Angka tersebut  masih dapat memenuhi konsumsi nasional Januari-Maret 712,5 ribu ton. Surplus di akhir Maret diperkirakan mencapai di 751,5 ribu ton.

Tak ketinggalan, komoditas daging sapi/kerbau juga dipastikan masih cukup aman hingga Maret 2026. Adapun total ketersediaan daging sapi/kerbau dari Januari hingga Maret mencapai 185,4 ribu ton yang berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton.

"Di samping itu, Bapanas bersama stakeholder pangan juga akan menggencarkan berbagai program intervensi pangan yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras," tambah Maino.

Di sisi lain, pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di Januari 2026 masih terus dijalankan Perum Bulog sebagai perpanjangan program SPHP beras 2025.

Dalam konferensi pers Rakor hari ini, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan pemerintah bersama segenap stakeholder akan melakukan akselerasi distribusi pangan sebagai antisipasi cuaca. Ini penting sebelum musim penghujan semakin meningkat.

"Kali ini kita ingin fokus kepada jalur distribusinya. Oleh karena itu, terkait dengan ketersediaan semua barang kebutuhan pokok, itu tidak ada masalah. Yang perlu menjadi perhatian adalah faktor cuaca. Secara umum faktor cuaca itu normal. Namun perlu diwaspadai di Februari dan Maret. Itu ada beberapa wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua akan ada kemungkinan hujan," urai Iqbal.

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri juga pernah diutarakan oleh Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran menuturkan telah meminta pelaku usaha sektor pangan untuk sama-sama menjaga harga. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya