Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah komoditas pangan strategis di Kota Padang Panjang mengalami penurunan pada minggu keempat Januari 2026. Penurunan ini diharapkan mampu mendorong kembali daya beli masyarakat serta meningkatkan aktivitas transaksi ekonomi di Pasar Pusat Padang Panjang.
Analis Perekonomian Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko menjelaskan, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain telur ayam ras, telur ayam kampung, telur itik, cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, bawang daun, terong, bawang bombai, serta minyak goreng kemasan sederhana.
Pada minggu ini, harga telur ayam ras turun Rp15 dari Rp29.350 menjadi Rp29.335/kg, telur ayam kampung turun Rp1.534 dari Rp58.267 menjadi Rp56.733/kg, dan telur itik turun Rp400 dari Rp32 ribu menjadi Rp31.600/kg. Cabai hijau turun Rp7.000 dari Rp50.000 menjadi Rp43 ribu/kg, sementara cabai rawit turun Rp14.966 dari Rp71.650 menjadi Rp56.684/kg.
Penurunan harga juga terjadi pada bawang merah sebesar Rp850 dari Rp40 ribu menjadi Rp39.150/kg, bawang daun turun Rp700 dari Rp8.000 menjadi Rp7.300/kg, terong turun Rp2.000 dari Rp10.700 menjadi Rp8.700/kg, bawang bombai turun Rp1.700 dari Rp33 ribu menjadi Rp31.300/kg, serta minyak goreng kemasan sederhana turun Rp1.633 dari Rp17.333 menjadi Rp15.700/liter.
“Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan kembali daya beli masyarakat Padang Panjang dan mendorong pertumbuhan transaksi perekonomian di Pasar Pusat,” ujarnya.
Namun demikian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, yakni cabai merah, kacang tanah, seledri, dan ikan kembung. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah sebesar 7,36%.
“Hasil pemantauan OPD terkait menunjukkan kenaikan harga cabai merah dipicu cuaca hujan lebat selama dua hari di akhir pekan, yang menyebabkan berkurangnya pasokan di tingkat konsumen,” jelas Chandra.
Harga cabai merah naik Rp3.300 dari Rp44.850 menjadi Rp48.150/kg, kacang tanah naik Rp167 dari Rp37.667 menjadi Rp37.834/kg, seledri naik Rp2.000 dari Rp29.700 menjadi Rp31.700/kg, dan ikan kembung naik Rp3.334 dari Rp73.333 menjadi Rp76.667/kg.
Sementara itu, komoditas utama lainnya terpantau relatif stabil. Beras kualitas I bertahan pada harga Rp18 ribu/kg, beras kualitas II Rp17 ribu/kg, dan beras kualitas III Rp16.167/kg. Tepung terigu Segitiga Biru stabil di harga Rp13 ribu/kg, bawang putih tercatat Rp34.517/kg, minyak goreng kemasan premium Rp22.000/kg, serta minyak goreng curah Rp19.000/kg.
Daging sapi Rp141.667/kg, daging ayam broiler Rp32.750/kg, daging ayam kampung besar Rp90 ribu/kg, daging ayam kampung sedang Rp80 ribu/kg, dan daging ayam kampung kecil Rp70 ribu/kg.(H-2)
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWANÂ Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved