Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengintensifkan pengawasan pergerakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Langkah itu dipandang perlu mengingat pada beberapa komoditas pergerakan harganya bisa terjadi secara cepat.
Asisten Daerah II Sekretariat Dserah Kabupaten Cianjur, Euis Jamilah, mengatakan pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
"Jadi, kita lakukan pengecekan di pasar-pasar secara rutin, sehingga tahu komoditas apa saja yang harganya naik, termasuk stoknya," kata Euis, Rabu (28/1).
Pengawasan harga dilaksanakan melibatkan berbagai perangkat daerah. Di antaranya Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Bulog, maupun Bagian Ekonomi. Sejauh ini, kata Euis, hasil pemantauan di lapangan, kondisi pergerakan harga dan stomk relatif aman dan terkendali.
"Harga dan stok cukup aman. Pada beberapa komoditas harganya berfluktuasi, tapi masih dalam tahap wajar," ucap mantan Kepala Dinas Kumdagin Kabupaten Cianjur ini.
Saat ini, lanjut Euis, yang tengah jadi fokus perhatian pergerakan harga daging sapi. Bahkan, penaikan harga komoditas tersebut memicu gelombang aksi mogok berjualan di kalangan pedagang.
"Informasi yang kami terima dari kepala pasar, naiknya harga karena harga sapi hidupnya naik. Ini berdampak terhadap harga daging sapi eceran," terangnya.
Euis mengimbau masyarakat tak khawatir dengan persediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok menjelang Ramadan hingga Idulfitri nanti. Sejauh ini stoknya cukup tersedia memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Insya Allah, stok aman. Harga juga cenderung cukup aman. Kalaupun ada kenaikan itu merupakan hukum pasar, supply and demand," pumgkasnya. (H-2)
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Kelangkaan beras di sejumlah ritel modern justru memberikan dampak positif bagi pedagang di Pasar Induk Cipinang.
Setelah ada keputusan, pemerintah akan memberikan waktu transisi untuk penyesuaian sehingga tidak serta merta langsung diterapkan.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah sedang menggalakkan program ketahanan pangan, namun masih ada oknum mafia yang mencoba mempermainkan situasi.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved