Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dampak Banjir, Harga Cabai Merah di Sumatra Utara Bakal Naik Lagi

Yoseph Pencawan
25/1/2026 18:49
Dampak Banjir, Harga Cabai Merah di Sumatra Utara Bakal Naik Lagi
Aktivitas perdagangan di pasar tradisional Tanjung Morawa, Deliserdang Sumut, Minggu (25/1).(MI/Yoseph Pencawan)

HARGA cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan. Kemungkinan itu akibat gangguan siklus panen setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah produksi pada November lalu.

Meski harga pangan di Sumut terpantau stabil di akhir pekan ini, kerusakan lahan pertanian mulai mengancam ketersediaan pasokan cabai di pasar lokal hingga Februari mendatang.

"Gangguan produksi akibat banjir mulai memengaruhi pasokan cabai merah dan cabai hijau," ungkap Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin, Minggu (25/1).

Panen dari luar wilayah Sumut berpeluang meredam lonjakan harga. Namun menurutnya hal tersebut tidak akan sepenuhnya menghindari potensi kenaikan harga di tingkat konsumen sepenuhnya.

Saat ini cabai merah ditransaksikan dalam rentang Rp19.000 hingga Rp24.000 dan cabai hijau di kisaran Rp19.000 per kilogram. Keduanya dinilai berpeluang naik sepekan ke depan.

Sebaliknya, cabai rawit yang saat ini berada di level Rp40.000 per kilogram justru berpotensi turun harga. Hal itu seiring masuknya pasokan dari Aceh, dengan catatan jalur distribusi pascabencana tetap lancar.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok lain diprediksi masih bergerak stabil. Bawang merah masih akan berada di rentang Rp28.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Kemudian daging ayam di harga Rp33.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Lalu daging sapi masih akan ditransaksikan dalam rentang Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

"Harga akan bertahan hingga menjelang Ramadan," ujar Gunawan.

Stabilitas juga, kata dia, tampak pada komoditas strategis seperti beras. Beras berada di level Rp13.800 hingga Rp14.300 per kilogram berkat pasokan melimpah.

Kemydian gula pasir dan minyak goreng curah masing-masing bertahan di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.500 per kilogram. Adapun komoditas hortikultura seperti tomat, buncis dan kentang diperkirakannya akan tetap bergerak volatil, tetapi dalam rentang harga yang terbatas. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya