Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN inflasi Februari membayangi Sumatra Utara atau Sumut seiring potensi pengiriman cabai ke luar daerah. Tekanan harga muncul setelah deflasi Januari dinilai bersifat sementara dan dipicu koreksi pasca lonjakan harga cabai Desember.
Pada Januari 2026, Sumut mencatat deflasi sebesar 0,75% secara bulanan atau month to month (m-t-m). Deflasi terdalam terjadi di Kota Gunungsitoli, Nias, sebesar 2,37% m-t-m sehingga Sumut pada Februari 2026 masih berpeluang kembali mencetak deflasi, terutama di wilayah tersebut.
“Cabai merah sudah menyumbang inflasi di awal Februari dan tekanan akan semakin besar jika pasokan lokal berkurang akibat tingginya permintaan dari luar Sumut,” kata Gunawan Benjamin, Ekonom Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), di Medan, Selasa (3/2).
Tekanan harga cabai Februari 2026 diproyeksikan berbalik ke inflasi meski masih dalam rentang yang terbatas. Komoditas yang berpotensi memicu inflasi Sumut meliputi cabai merah, cabai hijau, minyak goreng curah, daging sapi, serta kemungkinan gula pasir curah.
Namun sejumlah komoditas diperkirakan akan menahan laju inflasi bahkan memicu deflasi. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, harga emas, serta beberapa komoditas hortikultura dari kelompok sayur-sayuran.
Pemerintah daerah di Sumut dinilai perlu memberi perhatian khusus pada pergerakan harga cabai merah dalam waktu dekat. Selain sudah berkontribusi terhadap inflasi di awal Februari, potensi distribusi pasokan dalam waktu dekat juga berpeluang mendorong kenaikan harga. Tekanan harga cabai di Sumut diperkirakan semakin kuat akibat tingginya permintaan dari luar wilayah Sumut. Terlebih, produksi cabai di Sumut diproyeksikan menghadapi penurunan yang cukup signifikan sehingga pembentukan harga akan sangat bergantung pada harga cabai dari luar daerah, terutama pulau Jawa.
Deflasi yang terjadi pada Januari 2026 dinilai lebih disebabkan oleh lonjakan harga yang signifikan pada Desember 2025. Kondisi tersebut membuat harga berbalik arah dan menciptakan deflasi dalam angka yang relatif besar.
Khusus untuk Kota Gunungsitoli, tren deflasi diproyeksikan masih berlanjut pada Februari 2026. Namun secara umum, peluang inflasi di Sumut tetap terbuka meski masih akan terkendali.
Wilayah Deliserdang, Labuhanbatu, serta kota-kota besar di bagian timur Sumut, selain Kota Medan, diperkirakan berpeluang mencetak inflasi lebih tinggi. Tekanan harga di wilayah tersebut diproyeksikan melampaui wilayah Indeks Harga Konsumen lainnya di Sumut. (H-4)
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
HARGA sejumlah kebutuhan pokok di Sumut kembali merangkak naik pada Minggu (30/11) setelah wilayah itu dilanda banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
PEMPROV Sumatra Utara mulai mendistribusikan 28.000 ton beras dan bahan pangan lain dengan pengamanan 480 personel aparat melalui Patroli Gabungan Simpatik.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
JELANG Ramadan harga cabai merah, telur, beras, daging ayam, sayuran di sejumlah pasar tradisional merangkak naik hingga banyak para pembeli mengeluh.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved