Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV Sumatra Utara mulai mendistribusikan 28.000 ton beras dan bahan pangan lain dengan pengamanan 480 personel aparat melalui Patroli Gabungan Simpatik.
Personel itu juga bertugas menyerahkan bahan pangan langsung kepada masyarakat prasejahtera, seperti pedagang asongan, ojek online, dan pekerja serabutan.
Distribusi bahan pangan tersebut diharapkan meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas.
"Bantuan ini diharapkan dapat menekan tekanan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat," ungkap Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kamis (11/9).
Sumut tercatat sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Tanah Air. Kenaikan IPH di Sumut mencapai 3,58%, memicu lonjakan harga beberapa komoditas pangan, terutama beras, yang paling signifikan dibandingkan provinsi lain.
Kementerian Dalam Negeri mencatat terdapat 14 provinsi yang berkontribusi pada kenaikan IPH. Sumut memberikan andil terbesar dari jumlah provinsi tersebut, yang menunjukkan peningkatan harga barang dan jasa paling tinggi.
Selain distribusi beras, Pemprov Sumut juga menggelar berbagai pasar murah dan mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Hingga Juni 2025, realisasi APBD Sumut mencapai Rp7,26 triliun atau 54,66% dari total belanja Rp13,29 triliun.
Kenaikan harga bahan pangan memicu inflasi wilayah Sumut mencapai 4,42% secara tahunan (yoy) pada Agustus 2025. Angka itu melonjak dari inflasi Juli yang sebesar 2,25% dan jauh di atas target ideal 2,5%.
Percepatan realisasi anggaran dianggap penting untuk menjaga daya beli masyarakat tidak semakin tertekan. Distribusi beras dan bahan pangan lain merupakan langkah konkret Pemprov Sumut menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat prasejahtera. (YP/E-4)
ANCAMAN inflasi Februari membayangi Sumatra Utara atau Sumut seiring potensi pengiriman cabai ke luar daerah. Tekanan harga muncul setelah deflasi Januari
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
HARGA sejumlah kebutuhan pokok di Sumut kembali merangkak naik pada Minggu (30/11) setelah wilayah itu dilanda banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
HARGA beras di Sukabumi, Jawa Barat, terpantau naik pada 5 Maret 2026. Harga beras premium menjadi rata-rata Rp15.000 per kg.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved