Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya membantu distribusi berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari masyarakat dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengadakan Bazar Murah sesi II yang dipusatkan di Kelurahan Cigereleng Kota Bandung Kamis (5/3).
Bazar murah ini hasil kerja sama kewilayahan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Perum Bulog, serta para pelaku ritel sembako guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, bazar murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok di Kota Bandung. Terlebih, Kota Bandung bukan merupakan daerah produsen sehingga ketersediaan pangan sangat bergantung pada distribusi dari daerah lain.
“Kerja sama antara kewilayahan, Disdagin, Bulog, serta para pelaku ritel sembako menjadi sangat penting agar distribusi komoditas kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Secara umum harga sejumlah komoditas di Kota Bandung masih dalam kondisi terkendali," jelasnya.
Seperti harga beras lanjut Farhan, dinilai masih normal karena pasokan yang tersedia cukup memadai. Begitu pula dengan harga daging sapi dan ayam yang relatif stabil. Memang terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti telur ayam serta sejumlah sayuran, terutama cabai dan bawang.
Namun kenaikan tersebut bukan disebabkan kelangkaan, melainkan karena meningkatnya permintaan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Disdagin Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha menyampaikan, cabai rawit memang menjadi salah satu komoditas yang saat ini perlu mendapat perhatian. Meski demikian, ia optimis kondisi tersebut dapat segera terkendali.
“Cabai rawit memang mengalami kenaikan harga. Namun kami berharap kondisi ini dapat segera terantisipasi. Untuk tahu masih aman dan stabil, begitu juga dengan bawang,” bebernya.
Sedangkan Pemimpin Cabang Perum Bulog Bandung, Ashvile Nusa Pranata memastikan stok beras dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
“Total stok kami sekitar 25 ribu ton dan masih dinamis karena ada arus keluar masuk, termasuk distribusi ke pasar maupun ritel modern. Kami juga masih melakukan penyerapan gabah dari petani,” paparnya.
Sedangkan Camat Regol, Sri Kurniasih menyampaikan, pelaksanaan bazar murah mendapat respons positif dari masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri.
“Alhamdulillah warga merasa sangat terbantu dan bahagia dengan adanya bazar murah ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idulfitri,” tandasnya.
Dalam bazar tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, beras premium 5 kilogram Rp72.000, gula putih 1 kilogram Rp16.500, tepung terigu 1 kilogram Rp8.500, Minyakita 2 liter Rp31.000, serta Minyakita satu dus Rp186.000. (H-2)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Stok beras Perum Bulog di Gudang Meger, Klaten, aman untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Bahkan, stok beras cadangan pemerintah di gudang ini aman sampai akhir 2026.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut pemerintahannya telah sukses mencapai stok beras tertinggi dalam sejarah. Ia mengatakan hal itu sebagai capaian bersejarah di sektor pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved