Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Amankan 22 Ribu Ton Stok Beras

M Taufan SP Bustan
04/2/2026 15:52
Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Amankan 22 Ribu Ton Stok Beras
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Perum Bulog Kanwil Sulteng)memastikan ketersediaan stok beras tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Saat ini, Bulog Sulteng menguasai stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 22.000 ton. Selain itu, Bulog juga akan menerima tambahan pasokan beras dari sejumlah daerah, yakni dari Sulawesi Selatan sekitar 10.000 ton dan Sulawesi Tenggara sebanyak 6.000 ton. Pasokan tersebut akan diterima secara bertahap.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, menjelaskan bahwa pengadaan beras pada tahun 2026 juga bersumber dari daerah sentra produksi di Sulteng. 

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Morowali, Luwuk, dan Tolitoli.

“Untuk komoditas beras, minyak goreng, dan gula, kami memperkirakan harga ke depan tetap stabil. Meskipun kami terus memantau kondisi di lapangan, stok yang kami miliki saat ini sangat mencukupi,” ujar Jusri di kantornya, Rabu (4/2).

Jusri merinci, selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter. Dengan ketersediaan tersebut, Bulog optimistis mampu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Sulawesi Tengah.

“Untuk stok beras dan minyak goreng, kami perkirakan harga tidak akan mengalami kenaikan. Pada Februari ini, kami juga berencana kembali menyalurkan bantuan pangan. Saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat, dengan pola penyaluran seperti sebelumnya, yaitu beras dan minyak,” jelasnya.

Guna mengantisipasi potensi kenaikan harga, Bulog Sulteng terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan gerakan pangan murah.

“Gerakan pangan murah tetap kami laksanakan bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Melalui langkah ini, kami berupaya menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Jusri.

Pada tahun 2026, Bulog Sulteng menargetkan penyerapan beras sebanyak 11.320 ton, meningkat dibandingkan realisasi penyerapan tahun 2025 yang mencapai 8.000 ton.

Dengan stok yang memadai serta langkah antisipatif yang terus dilakukan, Bulog Sulteng memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya