Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0612 Tasikmalaya gelar bazar murah melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) seharga Rp 57.500 kemasan 5 kilogram. Bazar murah dilakukan di lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Bazar murah dan gerakan pangan murah digelar oleh TNI Kodim 0612 Tasikmalaya bersama Polres Tasikmalaya termasuknya Polres Tasikmalaya Kota dan Pemerintah Daerah menjual berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, terigu, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, bawang merah, putih, cabai merah, sayuran, pakaian muslim, kue dan lainnya diburu para pembeli.
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengatakan, bazar murah yang dilakukan di lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat, dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di bulan Ramadhan. Namun, bazar murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan sembako dan produk lainnya.
"Kami menyediakan bazar murah dengan berbagai kebutuhan mulai beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp 31 ribu kemasan 2 liter, tepung tulip Rp 10 ribu kemasan 1 kg, gula pasar Rp 17.500 kemasan 1 kg, minyak rose brand Rp 19 ribu kemasan 1 kg," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Marlia, 47, warga Bebedahan mengatakan, kebutuhan pokok di pasar tradisional saat ini mulai merangkak naik di bulan ramadan terjadi pada beras premium, daging sapi, telur, minyak goreng, cabai merah, tetapi kebutuhan lain mulai adanya penurunan seperti bawang merah, bawang putih. Kebutuhan bahan pokok yang paling utama beras dijual setiap pedagang rata-ratannya seharga Rp13.500 hingga Rp 16 ribu perkg.
"Untuk harga beras premium mulai adanya kenaikan dijual Rp13.500 hingga Rp16 ribu per kg dan pengecer menjual seharga Rp17 ribu, minyak goreng kemasan Rp23 ribu per liter, telur Rp30 ribu per kg. Namun, komoditas cabai sekarang merangkak naik terjadi pada cabai rawit Rp82 ribu, cabai merah lokal Rp50 ribu, cabai merah japlak Rp80 ribu, cabai merah kriting Rp72 ribu, cabai domba Rp 90 ribu per kg," katanya.
Menurutnya, kebutuhan bahan pokok mulai adanya kenaikan dan banyak dikeluhkan warga meski pemerintah daerah selama ini melakukan upaya melalui gerakan pangan murah tak berdampak. Karena, harga beras premium di pasaran masih melambung tinggi dan paling mahal seharga Rp 17 ribu meski beras medium yang disediakan pada gerakan pangan murah hanya Rp 57.500 kemasan 5 kg.
"Gerakan pangan murah (GPM) dilakukan pemerintah daerah dan Bulog di berbagai daerah belum berdampak turunnya harga beras premium di pasaran termasuknya minyak goreng. Karena, yang dijual setiap kios pedagang semua menyiapkan kualitas premium dan kualitas beras medium tidak pernah dijual di pasaran," pungkasnya.(H-2)
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved