Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Harga Beras dan Gula Naik, Disperindag Batam Belum Lakukan Sidak

Hendri Kremer
09/3/2026 16:30
Harga Beras dan Gula Naik, Disperindag Batam Belum Lakukan Sidak
Ilustrasi(MI/HENDRI KREMER)

SEJUMLAH pedagang di pasar mencatat kenaikan harga beras kemasan dan gula pasir dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut turut dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena berdampak pada meningkatnya biaya produksi.

Pedagang menyebut harga beras kemasan kini dijual lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Hal serupa juga terjadi pada gula pasir yang mengalami kenaikan di tingkat pasar. Kondisi ini membuat sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian atau lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pokok.

Salah seorang pedagang mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, harga dari distributor sudah naik sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual di lapak.

“Dari distributor sudah naik, jadi kami juga ikut menyesuaikan. Kalau tidak dinaikkan, kami yang rugi,” ujar seorang pedagang di Pasar Batu Aji, Arman, 34, Minggu (8/3).

Pedagang lainnya juga mengaku kenaikan harga membuat pembeli mulai menahan belanja. Beberapa pelanggan bahkan memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit dibanding biasanya.

“Sekarang banyak yang beli seperlunya saja. Biasanya ambil dua atau tiga kilo, sekarang satu kilo saja,” kata Narto, 30, pedagang lainnya.

Pedagang menyebut harga gula pasir kemasan 1 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kg kini naik menjadi sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg. Sementara beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.

Kenaikan harga bahan pokok ini juga dirasakan para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Mereka mengaku margin keuntungan semakin tertekan karena biaya bahan baku meningkat, sementara harga jual produk tidak bisa serta-merta dinaikkan.

“Kalau harga bahan baku naik terus, kami terpaksa menekan keuntungan atau mengurangi produksi. Kalau harga jual dinaikkan, takut pelanggan berkurang,” ujar salah satu pelaku UMKM.

Sementara itu, hingga kini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam belum terlihat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar terkait kenaikan harga tersebut.

Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Suhar, mengarahkan agar konfirmasi disampaikan kepada Kepala Bidang Perdagangan, Wahyu Daryatin. Namun hingga berita ini diturunkan, Wahyu Daryatin juga belum memberikan tanggapan terkait kenaikan harga beras kemasan dan gula pasir di pasaran.

Pedagang dan pelaku UMKM berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan di lapangan serta memastikan ketersediaan pasokan agar harga bahan pokok dapat kembali stabil. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya