Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Bulog, Pemkab dan Satgas Pangan Sidak ke Pasar Pantau Harga Sembako Banyumas

Lilik Darmawan
03/3/2026 20:31
Bulog, Pemkab dan Satgas Pangan Sidak ke Pasar Pantau Harga Sembako Banyumas
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BULOG bersama Pemkab dan Polresta Banyumas, Jawa Tengah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan ritel untuk melaksanakan pemantauan harga pada Selasa (3/3). Sidak dilakukan untuk memastikan stok aman serta harga tetap terkendali menjelang puncak kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan secara umum stok dan harga komoditas pangan di wilayah Banyumas masih dalam kondisi aman. “Memasuki hari ke-12 Ramadan, hasil pantauan kami menunjukkan stok tersedia dan harga masih dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Wage, sejumlah pedagang menyampaikan adanya kenaikan permintaan terhadap beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan, termasuk faktor momentum konsumsi rumah tangga.

Meski demikian, para pedagang memastikan pasokan barang tetap lancar dan tidak mengalami kendala distribusi. Untuk harga beras medium, pedagang menjual di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.300 per kilogram. Sementara beras premium berada pada rentang Rp14.000 hingga Rp14.900 per kilogram.

Adapun beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kilogram atau sekitar Rp11.700 per kilogram, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kilogram di lapangan.

Minyak goreng merek Minyakita dijual Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir kemasan satu kilogram berada di harga Rp17.500. Seluruh harga tersebut masih sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Prawoko menegaskan bahwa pihaknya telah mengatur distribusi komoditas tertentu seperti beras SPHP dan Minyakita agar dijual sesuai HET. “Khusus beras SPHP, HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram, sedangkan Minyakita Rp15.700 per liter. Kami minta pengecer mematuhi aturan tersebut dan tidak menjual di atas ketentuan,” tegasnya.

Bulog juga mengimbau para pedagang untuk memasang banner atau daftar harga yang mudah terlihat oleh masyarakat guna menjaga transparansi.

Selain itu, terdapat pembatasan pembelian untuk menjaga pemerataan distribusi. Penjualan beras SPHP dibatasi maksimal dua kantong per konsumen, sementara Minyakita maksimal satu karton per pembelian.

Prawoko menambahkan, kegiatan pemantauan dan sidak akan terus dilakukan secara berkala sepanjang bulan Ramadan. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok,” katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya