Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
BULOG bersama Pemkab dan Polresta Banyumas, Jawa Tengah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan ritel untuk melaksanakan pemantauan harga pada Selasa (3/3). Sidak dilakukan untuk memastikan stok aman serta harga tetap terkendali menjelang puncak kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan secara umum stok dan harga komoditas pangan di wilayah Banyumas masih dalam kondisi aman. “Memasuki hari ke-12 Ramadan, hasil pantauan kami menunjukkan stok tersedia dan harga masih dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di Pasar Wage, sejumlah pedagang menyampaikan adanya kenaikan permintaan terhadap beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan, termasuk faktor momentum konsumsi rumah tangga.
Meski demikian, para pedagang memastikan pasokan barang tetap lancar dan tidak mengalami kendala distribusi. Untuk harga beras medium, pedagang menjual di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.300 per kilogram. Sementara beras premium berada pada rentang Rp14.000 hingga Rp14.900 per kilogram.
Adapun beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kilogram atau sekitar Rp11.700 per kilogram, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kilogram di lapangan.
Minyak goreng merek Minyakita dijual Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir kemasan satu kilogram berada di harga Rp17.500. Seluruh harga tersebut masih sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Prawoko menegaskan bahwa pihaknya telah mengatur distribusi komoditas tertentu seperti beras SPHP dan Minyakita agar dijual sesuai HET. “Khusus beras SPHP, HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram, sedangkan Minyakita Rp15.700 per liter. Kami minta pengecer mematuhi aturan tersebut dan tidak menjual di atas ketentuan,” tegasnya.
Bulog juga mengimbau para pedagang untuk memasang banner atau daftar harga yang mudah terlihat oleh masyarakat guna menjaga transparansi.
Selain itu, terdapat pembatasan pembelian untuk menjaga pemerataan distribusi. Penjualan beras SPHP dibatasi maksimal dua kantong per konsumen, sementara Minyakita maksimal satu karton per pembelian.
Prawoko menambahkan, kegiatan pemantauan dan sidak akan terus dilakukan secara berkala sepanjang bulan Ramadan. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok,” katanya. (H-2)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved