Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Andriana Wulandari mengingatkan pemerintah agar segera melakukan pengendalian harga. Pasalnya, jika kenaikan harga ini dibiarkan terus menerus, hal ini bisa berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terkoordinasi.
Beberapa komoditas strategis naik menjelang Tahun Baru Imlek dan Bulan Ramadan. Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu perkilogram menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah perkilogram menjadi Rp90 ribu per kg, dan harga daging ayam yang biasanya Rp30 ribu menjadi Rp 38 sampai Rp40 ribu per kg.
Selain itu, sayur-sayuran hijau juga mengalami kenaikan harga rata-rata 500 rupiah.
"Kondisi ini perlu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idulfitri," ungkap dia di Gedung DPRD DIY, Rabu (11/2).
Perempuani yang akrab dipanggil Mbak Ndari ini menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera mengambil langkah konkret. Pertama, penguatan operasi pasar* dan stabilisasi harga bahan pokok.
"Kedua, pengawasan ketat rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi," tegas dia.
Ketiga, koordinasi lintas OPD dan Bulog segera dilakukan agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.
“Momentum Ramadan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Negara harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tegas dia.
Selain itu, transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
"Di sisi lain, saya juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasar," ungkap dia.
Komisi B DPRD DIY akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, serta siap memberikan dukungan anggaran maupun regulasi yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (H-2)
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Pasar Ramadan pada 5-8 Maret.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
Stok bahan pokok aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Cadangan beras hingga 136 ribu ton siap menjaga stabilitas harga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved