Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Andriana Wulandari mengingatkan pemerintah agar segera melakukan pengendalian harga. Pasalnya, jika kenaikan harga ini dibiarkan terus menerus, hal ini bisa berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terkoordinasi.
Beberapa komoditas strategis naik menjelang Tahun Baru Imlek dan Bulan Ramadan. Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu perkilogram menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah perkilogram menjadi Rp90 ribu per kg, dan harga daging ayam yang biasanya Rp30 ribu menjadi Rp 38 sampai Rp40 ribu per kg.
Selain itu, sayur-sayuran hijau juga mengalami kenaikan harga rata-rata 500 rupiah.
"Kondisi ini perlu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idulfitri," ungkap dia di Gedung DPRD DIY, Rabu (11/2).
Perempuani yang akrab dipanggil Mbak Ndari ini menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera mengambil langkah konkret. Pertama, penguatan operasi pasar* dan stabilisasi harga bahan pokok.
"Kedua, pengawasan ketat rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi," tegas dia.
Ketiga, koordinasi lintas OPD dan Bulog segera dilakukan agar pasokan tetap terjaga selama Ramadan.
“Momentum Ramadan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Negara harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tegas dia.
Selain itu, transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
"Di sisi lain, saya juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasar," ungkap dia.
Komisi B DPRD DIY akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, serta siap memberikan dukungan anggaran maupun regulasi yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (H-2)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved