Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Tekan Gejolak Harga, Pemprov Sulteng Gelar Gerakan Pangan Murah di Delapan Titik Menjelang Lebran

M Taufan SP Bustan
03/3/2026 20:39
Tekan Gejolak Harga, Pemprov Sulteng Gelar Gerakan Pangan Murah  di Delapan Titik Menjelang Lebran
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENJELANG Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan kembali Gerakan Pangan Murah (GPM). 

Program ini bertujuan menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil serta melindungi daya beli masyarakat. Kegiatan berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.

GPM dibuka pada Rabu, 4 Maret 2026, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Palu. 

Selanjutnya, pada Jumat, 6 Maret 2026, kegiatan digelar di Lapangan Bola Persma, Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, dan pada Senin, 9 Maret 2026, hadir di halaman Kantor Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.

Puncak kegiatan berlangsung Rabu, 11 Maret 2026, secara serentak di beberapa lokasi, antara lain halaman Kantor TVRI Palu (Palu Timur), Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala, Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli, dan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol.

Masyarakat dapat membeli pelbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan komoditas strategis lainnya.

Program ini merupakan hasil sinergi Pemprov Sulteng, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Bank Indonesia.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menegaskan, bahwa GPM menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan sekaligus menjaga inflasi daerah.

“Menjelang Idulfitri, permintaan bahan pangan cenderung meningkat. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terjangkau,” ujarnya di Palu, Selasa (3/3).
 
Anwar berharap, masyarakat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal. GPM diharapkan menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut Idulfitri 2026. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya