Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga kebutuhan pokok di wilayah Bandung Raya terus terjadi. Untuk membantu warga, Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Pasar Ramadan pada 5-8 Maret.
"Pemkab Bandung harus memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan harga tetap stabil. Kami lakukan operasi pasar murah, perketat pengawasan, dan koordinasikan dengan distributor. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan Ramadan,” ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Pasar Ramadan yang digelar di Lapangan Upakarti, lanjutnya, harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Dia mengakui kenaikan harga komoditas yang terus terjadi saat ini juga terkait situasi global. Kondisi itu sangat berpotensi berdampak pada ekonomi daerah.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap situasi global yang sedang memanas. Dampaknya bisa kita rasakan melalui kenaikan harga komoditas dan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Maka, kita harus siap mengantisipasinya di tingkat daerah,” tandasnya. (H-2)
PEMERINTAH terus memperkuat pengendalian harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mencukupi, khususnya menjelang Lebaran 2026.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
PASAR Ramadan kembali hadir sebagai bagian dari tradisi tahunan yang dinantikan masyarakat Palu, Sulawesi Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved