Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Perdana 2026, Jaga Stabilitas Harga Cabai dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan

Hery Susetyo
08/1/2026 20:10
Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Perdana 2026, Jaga Stabilitas Harga Cabai dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan
Ilustrasi(Dok Pemprov Jatim)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah tahun 2026, dan rencananya dilakukan di 110 titik. Pasar murah ini untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok terutama menjelang Bulan Ramadan

Kegiatan Pasar Murah Pemprov Jatim yang pertama di tahun 2026 ini, digelar di Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1). Dalam kegiatan pasar murah ini juga ada pembagian beras gratis untuk lansia sekitar. 

mengatakan bahwa pasar murah di Tanggulangin ini merupakan yang pertama digelar pada tahun 2026.

“Ini pasar murah yang pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ibu Gubernur. Kita juga mempersiapkan kegiatan ini dalam rangka menyongsong bulan Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, 

Iwan menjelaskan, awal Ramadan diperkirakan pada 18 Februari 2026. Maka pemerintah daerah berupaya lebih awal untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasaran. Di antaranya telur ayam dijual Rp22 ribu per kilogram, sementara harga di pasaran sekitar Rp28 ribu per kilogram. Gula pasir dijual Rp14.500 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kilogram.

“Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga di bulan Ramadan nanti. Tadi teman-teman sudah melihat sendiri bagaimana perbedaan harga di pasar murah dengan harga di pasaran,” kata Iwan. 

Iwan menambahkan, Pemprov Jatim telah menganggarkan pelaksanaan pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur.

“Yang sudah teranggarkan ada sekitar 110 titik. Namun kita lihat situasinya nanti seperti apa dan tentu menunggu arahan dari Ibu Gubernur,” kata Iwan. 

Menurutnya, lokasi pasar murah akan diprioritaskan di tingkat kelurahan dan desa. Yaitu wilayah yang lebih dekat dengan permukiman warga.

“Titik-titiknya pasti di kelurahan atau desa karena dekat dengan masyarakat. Mereka butuh menjangkau minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” kata Iwan.

Kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli warga Jawa Timur selama Ramadan dan Idul Fitri. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik