Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Libur Sekolah, Harga Telur dan Cabai Merah di Pasar Tradisional Tasikmalaya Turun

Kristiadi
08/1/2026 20:00
Libur Sekolah, Harga Telur dan Cabai Merah di Pasar Tradisional Tasikmalaya Turun
Ilustrasi(MI/KRISTIADI)

HARGA kebutuhan cabai merah dan telur di pasar tradisional di wilayah Priangan Timur mulai mengalami penurunan dibandingkan pada perayaan natal dan tahun baru 2026. Penurunan tersebut, lantaran kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setiap daerah hanya menyiapkan makanan ringan bagi penerima manfaat.

Yanto, 55, pedagang telur pasar Pancasila mengatakan, harga telur di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur termasuk di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan secara bertahap karena masa libur sekolah masih panjang. Penurunan harga telur di setiap kios pedagang, karena setiap dapur SPPG tidak beroperasi dan mereka selama ini menyiapkan makanan ringan berupa snack.

"Harga telur pada perayaan natal dan Tahun baru berada di angka Rp31.500 perkg, kini menjadi Rp29 ribu perkg meski normalnya Rp 26 ribu perkg. Kebutuhan telur di setiap pasar tradisional masih melimpah, namun setelah masuk sekolah dipastikan harga akan berubah kembali, karena telur ayam telah masuk program makan bergizi gratis (MBG)," katanya, Kamis (8/1/2026).

Yanto mengungkapkan, kebutuhan telur di kiosnya telah disiapkan sebanyak 2 ton dan untuk kios pedagang yang lainnya memang  bervariatif tergantung modal pembelian. Namun, turunnya harga telur dipastikannya tidak berlangsung lama karena masa libur sekolah sebentar lagi akan berakhir hingga kebutuhan telur bagi masyarakat kembali naik lantaran telur masuk program MBG.

"Untuk telur, daging ayam, tempe, tahu dan daging sapi memang masuk pada program makan bergizi gratis (MBG) hingga setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli ke setiap distributor. Kenaikan telur, daging ayam akan kembali berdampak terutama pada masyarakat dan pemerintah harus tegas agar setiap dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG) harus belanja seperti masyarakat lainnya," ujarnya.

Widaningsih, 36, warga Kampung Ciranjang mengatakan, harga berbagai kebutuhan pokok berada di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami penurunan terutaman telur, bawang merah, cabai merah, sayuran. Namun, untuk harga beras premium masih tetap mahal seharga Rp15 ribu per kg dan bagi keluarganya selama ini hanya mampu membeli 2 kg tapi kebutuhan minyak goreng belum ada penurunan.

"Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp 29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp 40 ribu, cabai merah besar dijual Rp 68 ribu perkg, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu, cabai japlak Rp 65 cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg. Kenaikan beras yang terjadi di setiap pedagang belum ada penurunan dan kini harganya masih mahal," paparnya.

Menurutnya, turunnya harga telur yang terjadi selama ini karena sejumlah dapur SPPG hanya menyiapkan makanan ringan bagi sekolah dan tidak memakai makanan basah. Namun, ketika memasuki sekolah dipastikan kebutuhan telur kembali naik dan paling banyak digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG).

"Turunnya harga telur dan ayam memang tidak akan berlangsung lama, tapi setelah masuk sekolah dipastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan kembali merugikan masyarakat. Untuk kebutuhan cabai merah, alhamdulilah turun meski belum menyentuh harga normal," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya