Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jaga Ketahanan Pangan dan Inflasi, Babel Bagikan Ratusan Ribu Tanaman Cabai

Rendy Ferdiansyah
19/1/2026 15:59
Jaga Ketahanan Pangan dan Inflasi, Babel Bagikan Ratusan Ribu Tanaman Cabai
Ilustrasi(Dok Istimewa)

UNTUK menjaga ketahanan pangan dan inflasi secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) Bagikan ratusan ribu tanaman cabai kepada masyarakat.

Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.

Guna menekan inflasi karena cabai ini. pihaknya meluncurkan program Gerakan Nanam Cabai Rakyat (GENCAR). Dengan membagikan ratusan ribu tanaman cabai kepada masyarakat

"Untuk tahun ini Program Gencar kami Bagikan 150 ribu tanaman cabai kepada masyarakat,"Kata Gubenur. Senin (19/1).

Ia menjelaskan, keunggulan utama Program GENCAR terletak pada konsep pemberdayaan masyarakat, mulai dari proses pemeliharaan, perawatan, hingga pemanfaatan hasil panen.

“Program ini tidak hanya membagikan tanaman cabai dengan konsep satu rumah menerima 10 batang, tetapi juga melibatkan kelompok tani sebagai pendamping teknis, serta dasawisma dan Ibu-ibu TP PKK kelurahan sebagai pengelola di tingkat rumah tangga."ujarnya.

Program ini diharapkan Hidayat dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di babel

Menurutnya, pelaksanaan Program GENCAR akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan dukungan pendampingan berkelanjutan.

“Apabila terdapat tanaman yang tidak tumbuh optimal, masyarakat dapat berkoordinasi melalui kelompok tani dan TP PKK untuk dilakukan penggantian,” ungkapnya.

Seperti di Kelurahan Air Itam, sebanyak 100 rumah menerima masing-masing 10 pot tanaman cabai, yang terdiri dari lima pot cabai merah keriting dan lima pot cabai rawit. 

Hidayat Arsani menekankan bahwa hasil panen cabai diarahkan untuk dikelola secara kolektif agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat

“Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, dipasarkan secara kelompok, atau diolah menjadi produk rumah tangga. Bahkan dapat mendukung program pemerintah lainnya, seperti pemenuhan bahan bumbu dapur SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Menurut Gubernur, ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari keluarga, dengan perempuan dan ibu rumah tangga sebagai penggerak utama di tingkat dasar.

“Melalui peran dasawisma dan TP PKK, Program GENCAR diharapkan menjadi gerakan bersama yang memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga pangan,” ucapnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik