Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Harga Beras dan Cabai Naik di Batam, Warga Keluhkan Beban Belanja

Hendri Kremer
06/1/2026 16:10
Harga Beras dan Cabai Naik di Batam, Warga Keluhkan Beban Belanja
Ilustrasi(ANTARA)

HARGA beras dan cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Batam mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai semakin memberatkan beban belanja rumah tangga, terutama di awal tahun.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia di lapangan, harga beras medium kini berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp16.000 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya yang masih berkisar Rp11.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual dengan harga Rp16.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Selain beras, harga cabai merah dan cabai rawit juga mengalami kenaikan signifikan. Di sejumlah pasar, cabai dijual dengan harga Rp60.000 hingga Rp90.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas. Tingginya harga cabai membuat warga harus mengurangi jumlah pembelian atau mencari alternatif bahan masakan lain.

“Sebelumnya beli cabai setengah kilo masih terasa ringan, sekarang beli seperempat kilo saja sudah mahal,” ujar Lina, 34, salah seorang warga Batam saat ditemui di pasar Tos 3000, Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Selasa (6/1).

Kenaikan harga bahan pokok ini turut menjadi perhatian aparat kepolisian. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang meningkatkan pemantauan harga kebutuhan pokok guna mengantisipasi dampak terhadap stabilitas ekonomi dan ketenangan masyarakat.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Perum Bulog, dan pemerintah daerah.

“Setiap saat kami memonitor perkembangan harga, tidak hanya beras tetapi juga bahan pokok penting lainnya. Kami berkoneksi dengan Bulog serta pemerintah kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, pihaknya akan melakukan penyelidikan bersama instansi terkait.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok serta mengajak warga untuk aktif melapor apabila menemukan dugaan penimbunan atau pelanggaran di lapangan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya