Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah komoditas sayuran di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dinilai belum sejalan dengan upaya stabilitas pangan yang selama ini digaungkan pemerintah.
Pantauan di Media Indonesia, Jumat (19/12) pagi, sejumlah pasar tradisional menunjukkan, harga kacang panjang kini mencapai Rp21 ribu per kilogram. Angka tersebut melonjak sekitar 75 persen dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram. Bahkan jika dibandingkan dengan harga terendah Rp8 ribu, kenaikannya mencapai lebih dari 160 persen.
Sementara itu, harga tomat saat ini dijual Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 25–50 persen, mengingat sebelumnya tomat masih berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah. Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen dari harga sebelumnya yang berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut lonjakan harga dipicu oleh pasokan yang menipis serta distribusi yang belum normal. Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama rumah tangga kecil dan pelaku usaha kuliner.
“Kalau harga naik setinggi ini, pembeli pasti mengurangi belanja. Kami juga serba salah karena ambil barang sudah mahal,” ujar Munir, 44, salah seorang pedagang di Pasar Cipta Puri, Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas langkah stabilisasi pangan di daerah. Pasalnya, kenaikan harga terjadi hampir merata pada komoditas penting, sementara intervensi pasar dinilai belum terasa signifikan.
Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga sayuran ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan menambah beban ekonomi masyarakat Batam dalam beberapa pekan ke depan. (H-2)
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga komoditas cabai rawit merah semakin melonjak menyentuh angka Rp95.000 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp38.750 per kg.
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota/Kabupaten Semarang, Kendal, Pekalongan, Demak dan Salatiga masih berkisar Rp70 ribu-Rp80 ribu per kilogram.
Harga komoditas cabai keriting merah di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mengalami penurunan menjadi Rp65 ribu per kilogram pada Kamis (18/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved