Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah komoditas sayuran di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dinilai belum sejalan dengan upaya stabilitas pangan yang selama ini digaungkan pemerintah.
Pantauan di Media Indonesia, Jumat (19/12) pagi, sejumlah pasar tradisional menunjukkan, harga kacang panjang kini mencapai Rp21 ribu per kilogram. Angka tersebut melonjak sekitar 75 persen dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram. Bahkan jika dibandingkan dengan harga terendah Rp8 ribu, kenaikannya mencapai lebih dari 160 persen.
Sementara itu, harga tomat saat ini dijual Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 25–50 persen, mengingat sebelumnya tomat masih berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah. Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen dari harga sebelumnya yang berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut lonjakan harga dipicu oleh pasokan yang menipis serta distribusi yang belum normal. Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama rumah tangga kecil dan pelaku usaha kuliner.
“Kalau harga naik setinggi ini, pembeli pasti mengurangi belanja. Kami juga serba salah karena ambil barang sudah mahal,” ujar Munir, 44, salah seorang pedagang di Pasar Cipta Puri, Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas langkah stabilisasi pangan di daerah. Pasalnya, kenaikan harga terjadi hampir merata pada komoditas penting, sementara intervensi pasar dinilai belum terasa signifikan.
Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga sayuran ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan menambah beban ekonomi masyarakat Batam dalam beberapa pekan ke depan. (H-2)
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
HARGA cabai merah keriting di Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir akibat pasokan mulai normal.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved