Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengklarifikasi kabar harga cabai yang disebut mencapai Rp110 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional. Berdasarkan data resmi Disperindag Batam, harga cabai masih berada di bawah angka tersebut.
“Dari hasil pemantauan kami di Pasar TOS 3000, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram,” kata Wahyu Daryatin, Kepala Bidang Perdagangan Kota Batam, Rabu (11/2).
Pantauan Media Indonesia di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa kondisi harga cabai di lapangan tidak sepenuhnya seragam. Terdapat variasi harga antar pasar yang dipengaruhi oleh kualitas barang, kelancaran distribusi, serta ketersediaan pasokan dari daerah pemasok. Hal ini mengindikasikan bahwa dinamika harga cabai masih sangat bergantung pada mekanisme pasar dan rantai distribusi yang berjalan setiap harinya.
Ahmad, 55, pedagang cabai di Pasar Penuin, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah memang sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram, terutama ketika pasokan terbatas dan kualitas cabai yang datang tergolong bagus. Namun, ia menegaskan bahwa harga tersebut tidak terjadi setiap hari. “Kalau cabainya bagus dan pasokan lagi sedikit, memang bisa naik. Tapi tidak setiap hari segitu, kadang turun lagi,” ujarnya. Menurutnya, fluktuasi harga sudah menjadi hal biasa, terutama ketika distribusi dari daerah penghasil mengalami kendala cuaca atau transportasi.
Hal serupa disampaikan Yanto, 23, pedagang cabai di Pasar Aviari. Ia menjelaskan bahwa perubahan harga sangat bergantung pada kelancaran pengiriman dari luar daerah. Ketika pasokan terlambat atau jumlahnya berkurang, harga otomatis mengalami kenaikan. Sebaliknya, saat pasokan kembali normal dan stok melimpah, harga cenderung turun. “Kalau barang dari luar telat masuk, otomatis harga naik. Begitu pasokan lancar, biasanya turun lagi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pedagang pun tidak bisa sepenuhnya mengendalikan harga karena mengikuti harga dari distributor.
Di sisi lain, para pembeli mengaku tetap merasakan dampak kenaikan harga cabai, meskipun tidak selalu mencapai Rp110 ribu per kilogram. Rina, 35, seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa harga cabai saat ini cukup memberatkan bagi pengeluaran rumah tangga. Ia mengaku harus mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan anggaran belanja harian. “Biasanya beli setengah kilo. Sekarang beli seperempat saja, karena harganya naik,” katanya. Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan pokok dapur yang sulit digantikan, sehingga tetap harus dibeli meski dalam jumlah lebih sedikit.
Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga cabai masih menjadi tantangan, baik bagi pedagang maupun konsumen. Ketergantungan pada pasokan luar daerah serta faktor distribusi menjadi penyebab utama naik turunnya harga di pasar tradisional. Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, agar gejolak yang terjadi tidak terlalu membebani daya beli..
Disperindag menilai perbedaan harga tersebut masih dalam batas wajar dan memastikan pemantauan harga bahan pokok terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan serta mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.(H-2)
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Pantauan harga pangan di Pasar Botania dan Tos 3000 Batam. Harga ayam Rp45.000, cabai rawit Rp85.000. Cek update harga sembako terbaru di sini.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen, harga kacang panjang Rp21 ribu per kilogram, naik 75 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved