Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENENTUAN awal Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Berbagai negara memiliki mekanisme resmi untuk menetapkan awal bulan Hijriah, salah satunya melalui sidang isbat, forum resmi untuk mengesahkan tanggal awal Ramadan berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Indonesia: Pelopor Sidang Isbat Modern
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling dikenal menggunakan sidang isbat. Diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), forum ini melibatkan pakar falak, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta unsur pemerintahan.
Sidang isbat di Indonesia memadukan metode hisab astronomi dan rukyat hilal, dengan acuan standar MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang menetapkan kriteria visibilitas hilal minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Keputusan sidang isbat menjadi acuan resmi nasional untuk awal puasa, Idul Fitri, dan cuti bersama.
Malaysia dan Brunei: Sidang Isbat sebagai Mekanisme Resmi
Selain Indonesia, negara-negara anggota MABIMS seperti Malaysia dan Brunei juga menggunakan sidang isbat.
Kedua negara ini bekerja sama dalam kerangka MABIMS untuk mengharmonisasi penentuan awal bulan di Asia Tenggara.
Negara Lain di Dunia Muslim
Beberapa negara lain menggunakan mekanisme serupa, meski tidak selalu disebut "sidang isbat":
Beberapa negara lain, seperti Turki dan Pakistan, sering menggunakan pengumuman resmi otoritas agama atau komite astronomi untuk menetapkan awal Ramadan.
Peran Sidang Isbat
Secara umum, sidang isbat memiliki fungsi:
Kesimpulan
Sidang isbat menjadi mekanisme penting di berbagai negara Muslim, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Brunei, untuk menentukan awal Ramadan. Meski tiap negara memiliki metode dan standar visibilitas hilal yang berbeda, tujuan utamanya sama: menjaga keseragaman ibadah, mengintegrasikan ilmu pengetahuan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Muslim. (Cah/P-3)
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi 17 Februari 2026. Hilal belum terlihat di seluruh Indonesia, sehingga 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari.
Pelajari sejarah Sidang Isbat di Indonesia, forum resmi penetapan awal Ramadan, integrasi hisab-rukyat, dan peran Kemenag dalam kalender nasional.
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi 17 Februari 2026. Hilal belum terlihat di seluruh Indonesia, sehingga 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari.
Pelajari sejarah Sidang Isbat di Indonesia, forum resmi penetapan awal Ramadan, integrasi hisab-rukyat, dan peran Kemenag dalam kalender nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved