Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Negara-Negara yang Menggunakan Sidang Isbat dalam Penentuan Awal Ramadan

Cahya Mulyana
17/2/2026 17:15
Negara-Negara yang Menggunakan Sidang Isbat dalam Penentuan Awal Ramadan
ilustrasi.(MI)

PENENTUAN awal Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Berbagai negara memiliki mekanisme resmi untuk menetapkan awal bulan Hijriah, salah satunya melalui sidang isbat, forum resmi untuk mengesahkan tanggal awal Ramadan berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Indonesia: Pelopor Sidang Isbat Modern

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling dikenal menggunakan sidang isbat. Diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), forum ini melibatkan pakar falak, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta unsur pemerintahan.

Sidang isbat di Indonesia memadukan metode hisab astronomi dan rukyat hilal, dengan acuan standar MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang menetapkan kriteria visibilitas hilal minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Keputusan sidang isbat menjadi acuan resmi nasional untuk awal puasa, Idul Fitri, dan cuti bersama.

Malaysia dan Brunei: Sidang Isbat sebagai Mekanisme Resmi

Selain Indonesia, negara-negara anggota MABIMS seperti Malaysia dan Brunei juga menggunakan sidang isbat.

  • Malaysia: Sidang isbat digelar oleh Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM). Forum ini melibatkan ulama, ahli falak, dan pemerintah federal untuk menetapkan awal Ramadan secara nasional.
  • Brunei Darussalam: Sidang isbat dilaksanakan oleh Kementerian Hal Ehwal Ugama Brunei dengan melibatkan ahli agama dan astronomi. Hasilnya dijadikan keputusan resmi untuk seluruh wilayah Brunei.

Kedua negara ini bekerja sama dalam kerangka MABIMS untuk mengharmonisasi penentuan awal bulan di Asia Tenggara.

Negara Lain di Dunia Muslim

Beberapa negara lain menggunakan mekanisme serupa, meski tidak selalu disebut "sidang isbat":

  • Mesir: Sidang resmi digelar oleh Dar al-Ifta’ al-Misriyyah, dengan pendekatan rukyat dan hisab untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal.
  • Arab Saudi: Pemerintah Saudi mengumumkan awal Ramadan melalui keputusan resmi Komite Astronomi Kerajaan. Hilal diamati dari berbagai wilayah di Arab Saudi.
  • Uni Emirat Arab: Menggunakan sidang resmi dengan kolaborasi ahli falak dan ulama untuk menetapkan awal Ramadan dan Idul Fitri.

Beberapa negara lain, seperti Turki dan Pakistan, sering menggunakan pengumuman resmi otoritas agama atau komite astronomi untuk menetapkan awal Ramadan.

Peran Sidang Isbat

Secara umum, sidang isbat memiliki fungsi:

  1. Menetapkan awal bulan Hijriah secara resmi bagi seluruh wilayah negara.
  2. Mengintegrasikan ilmu astronomi dan hukum Islam untuk memastikan keputusan berbasis syariah dan ilmiah.
  3. Menjaga keseragaman ibadah dan kalender publik, termasuk cuti bersama dan hari libur nasional.

Kesimpulan

Sidang isbat menjadi mekanisme penting di berbagai negara Muslim, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Brunei, untuk menentukan awal Ramadan. Meski tiap negara memiliki metode dan standar visibilitas hilal yang berbeda, tujuan utamanya sama: menjaga keseragaman ibadah, mengintegrasikan ilmu pengetahuan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Muslim. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik