Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Menuju Cahaya: Perjalanan Marcell Siahaan Memurnikan Jiwa Lewat Melodi

Basuki Eka Purnama
27/2/2026 09:15
Menuju Cahaya: Perjalanan Marcell Siahaan Memurnikan Jiwa Lewat Melodi
Marcell Siahaan(ANTARA/HO)

MUSISI Marcell Siahaan kembali menyapa pendengar setianya melalui karya terbaru yang sarat akan makna spiritual. Pelantun Takkan Terganti ini resmi merilis single religi keduanya yang bertajuk Menuju Cahaya, sebuah lagu yang memotret perjalanan batin manusia dalam upaya melepas ego dan belajar menjadi sederhana.

Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam. 

Lagu ini menggambarkan momen krusial ketika seorang manusia berhenti merasa sebagai pusat dari segala sesuatu, lalu mulai melangkah menuju sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri.

Marcell menegaskan bahwa pesan dalam lagu ini bersifat universal dan tidak terbatas oleh waktu. 

"Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun," ujar Marcell dalam keterangan pers, Kamis (26/2).

Inspirasi dari Tazkiyatun Nafs

Secara tematik, Marcell menggali inspirasi utama dari konsep Tazkiyatun Nafs atau pemurnian jiwa. 

Landasan spiritual ini selaras dengan pesan dalam Al-Qur'an, khususnya Surat Asy-Syams (91) ayat 9-10 dan Surat Al-A’la (87) ayat 14. 

Kedua surat tersebut menegaskan bahwa keberuntungan sejati tidak datang dari pengakuan dunia luar, melainkan dari keberanian seseorang untuk membersihkan batinnya.

Menariknya, pengertian "Cahaya" dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan personal atau pencerahan instan. 

Terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, Marcell memosisikan cahaya sebagai tujuan yang harus didekati, bukan sesuatu yang mutlak dimiliki. 

Hal ini membuat liriknya tidak menonjolkan ego, melainkan menekankan pada proses melakukan sebuah perjalanan panjang.

Pendekatan Musikal yang Minimalis dan Reflektif

Dari sisi musikal, Marcell memilih pendekatan yang berbeda. Ia mengusung aransemen yang minimalis serta repetitif. Pengulangan lirik dalam lagu ini sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana seperti doa yang diucapkan perlahan dan berulang-ulang. Ini merupakan metafora bahwa pemurnian diri bukanlah hal instan, melainkan proses yang dilakukan secara terus-menerus.

Meski tetap menjaga ciri khas vokalnya, Marcell memberikan sentuhan baru dengan memasukkan nuansa elektronik. Eksperimen ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pendengar tanpa menghilangkan esensi lagu tersebut.

"Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya, harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam, dan siapapun mereka bisa memaknai musik dan lirik dari lagu ini tanpa harus menunggu momen-momen tertentu," tutupnya.

Saat ini, Menuju Cahaya sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform di Indonesia, mengajak pendengar untuk sejenak merenung dan memulai perjalanan batin mereka sendiri. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya