Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Menghidupkan Kembali Antem Galau 2000-an: Kolaborasi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie dalam Seandainya

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 06:19
Menghidupkan Kembali Antem Galau 2000-an: Kolaborasi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie dalam Seandainya
Difki Khalif (kanan) dan Prinsa Mandagie(MI/HO)

DUNIA musik tanah air kembali diramaikan oleh proyek kolaborasi lintas label yang menyatukan dua penyanyi solois, Difki Khalif dan Prinsa Mandagie

Keduanya bekerja sama di bawah naungan Musica Studios dan Sony Music untuk melahirkan kembali lagu populer era 2000-an milik Vierratale (sebelumnya Vierra), yakni Seandainya. 

Proyek ini bukan sekadar daur ulang, melainkan upaya memberikan interpretasi segar bagi lagu yang telah melekat kuat di memori pendengar tersebut.

Bagi Prinsa, memilih Seandainya adalah keputusan emosional karena lagu ini memiliki nilai sejarah tersendiri dalam masa remajanya. 

"Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku," ungkap Prinsa. 

Popularitas lagu ini sebagai salah satu antem galau generasi 2000-an menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk tetap menjaga esensi asli namun tetap menghadirkan warna baru.

Proses kreatif kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang intens bagi Difki dan Prinsa. 

Dengan latar belakang musikal yang berbeda, keduanya menjalani sesi workshop yang dipandu Barsena Bestandhi untuk menyelaraskan karakter vokal. Perbedaan jangkauan suara yang dimiliki keduanya justru menjadi kekuatan utama yang dipadukan agar tercipta harmoni yang seimbang.

"Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis," jelas Difki.

Dari sisi musikalitas, versi terbaru Seandainya hadir dengan aransemen yang lebih emosional dan segar. 

Penambahan sentuhan orkestra memperkuat nuansa pop-rock yang tetap terjaga. Tantangan terbesar bagi kedua penyanyi ini adalah bagaimana membuat karya klasik tersebut terasa familiar namun tetap memiliki identitas unik dari karakter Difki dan Prinsa.

Bagi Prinsa, proyek ini memberikan ruang untuk mengeksplorasi jangkauan vokalnya, sementara bagi Difki, ini menjadi pengalaman baru dalam beradaptasi dengan dinamika berduet. 

Proses panjang dalam mencoba berbagai pembagian suara membuahkan hasil yang memuaskan. Momen paling berkesan bagi keduanya terjadi saat sesi preview akhir, di mana elemen orkestra dan vokal menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.

"Ini bisa jadi versi yang berbeda, tapi tetap familiar," tambah Prinsa saat melihat hasil akhir aransemen lagu tersebut.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa perbedaan karakter vokal dan latar belakang musikal, jika dikelola dengan tepat, mampu melahirkan energi baru bagi sebuah karya yang legendaris. 

Kini, hasil kerja keras Difki Khalif dan Prinsa Mandagie dalam membawakan Seandainya telah resmi dirilis dan dapat dinikmati oleh para penggemar di seluruh platform musik digital mulai 18 Februari 2026. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya