Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI penyanyi dangdut kenamaan Nassar Sungkar, atau yang akrab disapa King Nassar, bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum istimewa untuk kembali memperbanyak ibadah dan memupuk rasa syukur.
Di tengah padatnya aktivitas di dunia hiburan, pelantun lagu Seperti Mati Lampu ini menjadikan bulan puasa sebagai ruang untuk merefleksikan perjalanan hidup.
Saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/2), pria yang melejit namanya melalui ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) ini mengungkapkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menata hati.
Ia memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
"Setiap tahun aku selalu memaknai Ramadan penuh dengan kesukaan, cinta, dan bahagia. Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang hilang, ada yang baru. Itu kan bagian hidup," ujar Nassar.
Menurutnya, esensi utama dari ibadah puasa adalah menghargai kesempatan dan napas kehidupan yang masih dianugerahkan oleh Tuhan.
Baginya, menjaga kedamaian batin merupakan prioritas utama agar ia lebih siap menjalani dinamika perubahan hidup yang tak terduga.
"Intinya kita masih dikasih hidup, kasih napas, kita ibadah," tutur dia dengan tenang.
Di balik fokusnya pada ibadah, Nassar juga tetap disiplin menjaga kesehatan fisik dan penampilan. Hal ini ia lakukan sebagai bentuk syukur atas nikmat sehat yang diberikan.
Meski sibuk dengan rutinitas ibadah, ia tetap meluangkan waktu untuk berolahraga ringan guna mempersiapkan stamina untuk konser mendatang.
"Saya tambah jalan saja. Karena kan mau konser, jadi badannya biar bagus," kata Nassar.
Selain kesehatan, ia pun konsisten memperhatikan kerapian penampilan. Baginya, menjaga rambut tetap tertata klimis bukan sekadar urusan gaya, melainkan cara agar dirinya selalu terlihat bersih, segar, dan menarik saat menghadap Sang Pencipta.
Di akhir perbincangan, Nassar memberikan pesan motivasi kepada masyarakat untuk tidak menunda-nunda dalam melakukan kebajikan. Ia menekankan bahwa niat baik harus segera dieksekusi agar tidak kehilangan kesempatan berharga.
"Ingat, itu harus dikerjakan. Jangan menunggu. Kalau nunggu itu, nanti keburu orang-orang lain lebih dulu," tutupnya. (Ant/Z-1)
Proses kreatif kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang intens bagi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie.
PIKOTARO mengaku bahwa inspirasi lagu ini lahir langsung dari interaksinya dengan anak-anak pejuang kanker.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Lagu Syakara dari Societeit de Harmonie hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari beban kecemasan, keluhan, dan tuntutan hidup yang kerap mendominasi.
Lagu Pulanglah dari Methosa hadir bukan sebagai pemberi solusi instan, melainkan sebagai ruang untuk menarik napas dan tempat berefleksi bagi mereka yang sedang berjuang.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved