Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis. Giusti sendiri lahir dan tumbuh di lingkungan dengan warisan musik yang kuat.
Ia merupakan anak kedua dari penyanyi Legendaris Indonesia, almarhum Arie Wibowo, penyanyi dan pencipta lagu yang dikenal luas melalui karya-karya ikonik seperti Madu & Racun.
Masihkah Ada merupakan perenungan tentang cinta yang diuji oleh waktu, keadaan, dan keberanian untuk tetap peduli walaupun keadaan tidak lagi sama seperti semula. Lagu ini bercerita tentang cinta dalam makna yang sangat luas yakni cinta kepada pasangan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada kejujuran, dan cinta kepada tanah air yang dilahirkan sebagai ruang bersama untuk bersuara dan bermimpi.
Dalam lirik-liriknya Giusti Raka menyampaikan, cinta tidak hadir sebagai romantisme semata, melainkan sebagai sikap, yaitu sikap kesetiaan untuk tidak berpaling ketika keadaan tidak lagi baik-baik saja, ketika suara-suara mulai diredam, dan ketika kebenaran tak bisa lagi diucapkan.
Frasa Masihkah Ada juga merupakan pertanyaan mengenai apakah cinta masih hidup di tengah ketakutan, apakah kepedulian masih tertanam saat diam dianggap aman. Lagu ini juga relevan merekam kegelisahan kolektif terhadap Indonesia hari ini, di mana demokrasi
kerap dibungkam, perbedaan dipersempit, dan keberanian sering kali dibayar mahal.
Alih-alih menyerah dalam amarah, Masihkah Ada menjadi jalan refleksi untuk mengajak seluruh pendengarnya agar melihat kembali nuraninya, untuk mengingat cinta tidak selalu bergantung pada perbuatan, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk bertanya, mengingat, dan tidak melupakan.
“Melalui komposisi yang intim dan sarat makna, karya ini menjadi ruang kontemplasi bagi siapa pun yang masih percaya bahwa cinta baik kepada siapapun dan apapun adalah kekuatan yang menjaga kita untuk tetap berdiri dan berjuang", ujar Giusti Raka dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu, (14/2).
Dalam produksi Masihkah Ada, Giusti dibantu oleh Kamga Mo sebagai pengarah vokal dan Rayendra Sunito sebagai engineer mixing dan mastering. Lagu ini dirilis di bawah naungan label Prema Svara Record. (H-3)
Karya ini sekaligus memutus kerinduan penggemar setelah 17 tahun Dee tidak merilis album penuh.
Bruno Mars resmi merilis single solo terbarunya berjudul I Just Might beserta video musiknya pada Jumat (10/1).
DI penghujung tahun 2025, Petrus Mahendra atau Mahen kembali menelurkan karya terbaru setelah sebelumnya meluncurkan mini album bertajuk Setelah kau Pergi.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
Di tengah persiapan perilisan single 2025 Masih Asik Sendiri, ia memilih rehat dari platform media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved