Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMENTUM Ramadan biasanya identik dengan dentum musik religi yang memenuhi ruang publik. Namun, musisi Pugar Restu Julian, yang akrab disapa Uga, memilih langkah yang berbeda pada tahun ini. Tepat pada 28 Februari 2026, di tengah suasana bulan puasa, ia justru meluncurkan single teranyarnya yang bersifat non-religi berjudul Drive With You.
Langkah ini menandai pergeseran kreatif bagi Uga. Jika menilik ke belakang, pada 2021, ia sempat merilis Puasa di Kala Pandemi bersama Adrian Adioetomo, sebuah karya yang lahir dari refleksi mendalam terhadap situasi spesifik kala itu.
Namun, untuk rilisan kali ini, Uga melihat Ramadan dari perspektif yang lebih luas dan personal.
Bagi Uga, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal. Ia menangkap sisi lain dari bulan suci ini: malam-malam yang lebih hening, jalanan kota yang mendadak lengang, hingga perjalanan pulang yang terasa lebih lambat dan reflektif.
"Ramadan juga tentang malam yang lebih hening. Jalanan yang lebih lengang. Perjalanan pulang yang terasa lebih pelan. Obrolan yang nggak perlu keras-keras. Dan perasaan yang kadang muncul justru saat suasana sedang tenang," ujar Uga mengenai inspirasi di balik lagu ini.
Drive With You mencoba merekam fragmen momen tersebut. Lagu ini berkisah tentang dua orang yang berada di dalam mobil pada tengah malam, tanpa tujuan yang mendesak, hanya untuk merayakan kebersamaan di bawah pendar lampu kota.
Liriknya yang berbunyi, "Drive with you, drive with you / Falling slow in neon blue...", mempertegas suasana melankolis sekaligus hangat yang ingin dibangun.
Secara teknis, Uga memegang kendali penuh dalam proses produksi. Ia menggarap sendiri seluruh aspek, mulai dari penulisan lirik, aransemen musik, hingga pengisian seluruh instrumen.
Untuk memperkuat kesan intim, ia menggandeng Rini Harsono. Kehadiran vokal Rini yang lembut memberikan tekstur layaknya sebuah percakapan jujur yang tidak dibuat-buat.
Keputusan merilis lagu nonreligi di bulan Ramadan mungkin dianggap tidak biasa oleh sebagian orang. Namun, Uga menegaskan bahwa ada ruang untuk refleksi dalam banyak bentuk, dan ketenangan bisa hadir melalui cara yang berbeda.
Meski bukan lagu religi secara harafiah, Drive With You tetap membawa energi yang tenang dan personal, sehingga cocok menjadi teman di malam-malam yang sunyi.
Drive With You sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music mulai 28 Februari 2026. Karena pada akhirnya, terkadang yang paling menyentuh dari sebuah karya bukanlah sekadar temanya, melainkan suasana yang berhasil ia ciptakan. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved