Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Harga Cabai dan Diskon Tarif Air Picu Deflasi di Kota Padang

Yose Hendra
10/2/2026 19:36
Harga Cabai dan Diskon Tarif Air Picu Deflasi di Kota Padang
Deflasi ini dinilai memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat.(Dok.)

KOTA Padang mencatatkan deflasi atau penurunan harga barang pada Januari 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat menilai capaian ini sebagai hasil dari berbagai faktor, mulai dari penurunan harga komoditas pangan hingga kebijakan strategis pemerintah daerah.

Analis Senior Kantor Perwakilan BI Sumatra Barat, Rifat Pasha, menjelaskan bahwa deflasi ini memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat.

“Deflasi ini patut kita syukuri,” ungkap Rifat saat menghadiri High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2).

Faktor Pemicu Deflasi

Rifat menguraikan bahwa penurunan harga komoditas utama seperti cabai merah dan bawang merah menjadi salah satu faktor dominan. Selain itu, perbaikan akses transportasi di Padang turut memberikan andil yang signifikan.

“Lancarnya transportasi dapat menurunkan biaya tarif kendaraan antar kota,” jelasnya.

Selain faktor pasar, kebijakan Pemerintah Kota Padang juga menjadi penyumbang terbesar terjadinya deflasi. Salah satu yang paling berdampak adalah penyesuaian tarif dasar air bersih melalui Perumda Air Minum Kota Padang.

“Dampak kebijakan memberi diskon 50% kepada pelanggan Perumda Air Minum memberi andil cukup besar terhadap inflasi,” hemat Rifat.

Rifat berharap Pemerintah Kota Padang dapat terus menjaga konsistensi kebijakan dan memantau momentum ini agar stabilitas harga tetap terjaga di bulan-bulan mendatang. (YH/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya