Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Inflasi DKI Jakarta Februari 2026 Capai 0,63%, Lebih Rendah dari Nasional

Putri Anisa Yuliani
02/3/2026 21:46
Inflasi DKI Jakarta Februari 2026 Capai 0,63%, Lebih Rendah dari Nasional
Ilustrasi(Dok Antara)

PROVINSI DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,63% (month-to-month/mtm) pada Februari 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,23% (mtm) pada Januari 2026. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,68% (mtm).

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Jakarta berada di level 4,91% (yoy), sedikit lebih tinggi dari angka nasional sebesar 4,76% (yoy). Peningkatan tahunan tersebut terutama dipengaruhi faktor base effect, mengingat pada Februari 2025 terjadi inflasi yang rendah akibat adanya diskon tarif listrik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa tekanan tersebut bersifat sementara.

“Kenaikan inflasi tahunan lebih disebabkan faktor base effect dan bersifat temporer. Kami memperkirakan tekanan ini akan kembali normal pada April 2026,” ujar Iwan Setiawan.

Selain faktor tersebut, peningkatan permintaan musiman menjelang Ramadan dan gangguan produksi hortikultura akibat cuaca turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.

Penyumbang Utama Inflasi: Makanan dan Emas

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi Februari 2026 dengan kenaikan 2,23% (mtm), setelah sebelumnya mengalami deflasi. Kenaikan harga terutama terjadi pada:

  • Daging ayam ras
  • Cabai rawit
  • Bawang merah

Lonjakan harga ayam dipicu kenaikan harga live bird di tingkat produsen. Sementara itu, curah hujan tinggi di sentra produksi berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas cabai serta bawang merah, bahkan mengganggu panen komoditas hortikultura seperti bayam akibat genangan lahan.

Di tengah ketidakpastian global, harga emas dunia juga mengalami kenaikan yang berdampak pada harga emas perhiasan di dalam negeri. Inflasi emas perhiasan tercatat meningkat 9,61% (mtm), dengan harga rata-rata menembus Rp2 juta per gram.

Meski demikian, tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh kelompok Transportasi yang mencatat deflasi 0,35% (mtm), seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Februari 2026.

Strategi TPID DKI Jakarta Jelang Ramadan dan Idulfitri

Memasuki periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta memperkuat koordinasi melalui High Level Meeting bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Fokus utama diarahkan pada:

  • Ketersediaan pasokan pangan
  • Kelancaran distribusi, termasuk ke wilayah Kepulauan Seribu
  • Penguatan komunikasi untuk menjaga ekspektasi masyarakat

Langkah konkret yang dilakukan antara lain intensifikasi Pasar Murah, keberlanjutan Program Pangan Bersubsidi, serta pemantauan harga dan stok pangan strategis di seluruh rantai distribusi bersama Pemprov, DPRD, Badan Pangan Nasional, dan Perum BULOG.

Penguatan Pasokan dan Distribusi

Dari sisi pasokan, penguatan dilakukan melalui:

  • Panen padi bersama dalam Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara DKI Jakarta dan Kabupaten Cianjur
  • Aksi guyur pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
  • Impor sapi Australia oleh Perumda Dharma Jaya untuk memperkuat pasokan daging sapi

Ketahanan pangan juga diperluas melalui program urban farming, termasuk pembibitan cabai di Pulau Pramuka.

Sementara dari sisi distribusi, BUMD pangan melakukan pengiriman rutin hingga ke rumah susun, didukung armada angkut dan truk berpendingin hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia.

Waspadai Risiko Global dan Domestik

Ke depan, strategi 4K terus diperkuat, yaitu:

  • Ketersediaan Pasokan
  • Keterjangkauan Harga
  • Kelancaran Distribusi
  • Komunikasi Efektif

Langkah ini dilakukan untuk memitigasi berbagai risiko, seperti:

  1. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
  2. Fragmentasi perdagangan global
  3. Volatilitas harga komoditas
  4. Tekanan nilai tukar

Serta risiko domestik berupa potensi kenaikan BBM, curah hujan tinggi, dan lonjakan permintaan saat Idulfitri.

Iwan Setiawan menegaskan optimisme pengendalian inflasi di Jakarta.

“Dengan sinergi yang semakin kuat dalam TPID Provinsi DKI Jakarta, kami optimistis inflasi Jakarta tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran 2,5±1% sepanjang 2026,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, inflasi DKI Jakarta diproyeksikan tetap stabil dan terjaga di tengah dinamika global maupun domestik. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya