Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Natal dan Tahun Baru, harga ayam di wilayah Jakarta Selatan diprediksi mengalami kenaikan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar saat ditemui di Pasar Santa Jakarta, Senin (22/12).
"Terpantau ada kenaikan harga pada komoditas ayam, yakni kenaikan sekitar Rp5 ribu hingga Rp8 ribu/ekor," kata Muhammad Anwar.
Berdasarkan statistik harga yang disajikan laman Informasi Pangan Jakarta pada Senin, harga ayam ras dibanderol Rp45.600 per ekor di Jakarta Selatan.
Pemerintah, kata Anwar, berupaya memastikan pasokan ayam tetap tersedia dengan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat.
Menurut dia, dengan adanya pengawasan stabilitas dan ketersediaan pangan, diharapkan masyarakat aman serta terhindar dari zat berbahaya dalam makanan.
"Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum Nataru untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar," kata dia.
Mendatang, Pemkot Jakarta Selatan akan terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stok dan distribusi tetap aman terutama di musim penghujan.
"Kami tidak ingin kendala cuaca dijadikan alasan untuk menghambat distribusi pangan. Sesuai instruksi Bapak Gubernur, sidak di pasar-pasar harus rutin dilakukan guna menjamin ketersediaan dan harga pangan," tuturnya.
Sementara itu, Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menambahkan komoditas lainnya yang diprediksi mengalami kenaikan harga yakni cabai dan ikan.
"Kalau komoditas tertentu seperti mungkin karena kebutuhan juga ya, seperti cabai rawit merah itu memang ada kenaikan sedikit. Kemudian daging ayam dan ikan juga ada kenaikan," ucap Ridho.
Sementara itu, komoditas cabai rawit merah di Jakarta Selatan berada pada harga Rp81 ribu/kg, dan cabai merah keriting Rp58 ribu/kg. Sedangkan, untuk ikan bandeng seharga Rp38.750/kg, ikan mas Rp36.800/kg, dan ikan lele Rp28.400/kg.(Ant/H-2)
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Fenomena ini dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat yang tidak dibarengi dengan kesiapan stok barang di pasar.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved