Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Harga Cabai Pasar Kramat Jati Hari Ini 21 Februari 2026: Rawit Merah Turun Menjadi Rp55.000 per Kg

Media Indonesia
21/2/2026 20:34
Harga Cabai Pasar Kramat Jati Hari Ini 21 Februari 2026: Rawit Merah Turun Menjadi Rp55.000 per Kg
Ilustrasi(MI/AGUNG WIBOWO)

 

Harga komoditas cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, mulai menunjukkan tren penurunan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Penurunan ini terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia melakukan intervensi melalui program "Aksi Guyur Pasokan Cabai".

Berdasarkan pantauan terbaru, harga cabai rawit merah di tingkat grosir Pasar Induk Kramat Jati kini dibanderol sebesar Rp55.000 per kilogram. Angka ini turun signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat meroket hingga Rp120.000 per kilogram akibat minimnya pasokan dari daerah produsen.

Daftar Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati (21 Februari 2026)

Jenis Cabai Harga Per Kg Status
Cabai Rawit Merah Mata Uang Rupiah 55.000 Turun
Cabai Merah Besar Mata Uang Rupiah 40.000 Naik Bertahap
Cabai Merah Keriting Mata Uang Rupiah 60.000 Stabil Tinggi

Penyebab Perubahan Harga

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa pasokan tambahan sebanyak 980 kilogram telah didatangkan dari wilayah Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, pasokan dari Jawa Barat seperti Bandung, Sumedang, dan Cianjur juga mulai masuk ke PIKJ untuk memperkuat stok nasional.

“Kebijakan ini dirancang agar harga di tingkat konsumen bisa lebih stabil, sementara petani tetap memperoleh margin yang wajar. Kami harapkan di tingkat pengecer maksimal harga berada di kisaran Rp65.000 per kilogram,” ujar Agung dalam keterangan resminya.

Faktor Cuaca dan Ramadan

Meskipun harga mulai melandai, tantangan cuaca ekstrem masih menjadi perhatian. Curah hujan yang tinggi di daerah sentra produksi seringkali menghambat proses petik petani karena risiko cabai cepat membusuk. Selain itu, memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, pola konsumsi masyarakat yang meningkat turut memengaruhi fluktuasi harga di pasar-pasar turunan di wilayah DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying, karena stok pangan dipastikan aman dengan adanya dukungan distribusi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya