Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga komoditas cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, mulai menunjukkan tren penurunan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Penurunan ini terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia melakukan intervensi melalui program "Aksi Guyur Pasokan Cabai".
Berdasarkan pantauan terbaru, harga cabai rawit merah di tingkat grosir Pasar Induk Kramat Jati kini dibanderol sebesar Rp55.000 per kilogram. Angka ini turun signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat meroket hingga Rp120.000 per kilogram akibat minimnya pasokan dari daerah produsen.
| Jenis Cabai | Harga Per Kg | Status |
|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Mata Uang Rupiah 55.000 | Turun |
| Cabai Merah Besar | Mata Uang Rupiah 40.000 | Naik Bertahap |
| Cabai Merah Keriting | Mata Uang Rupiah 60.000 | Stabil Tinggi |
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa pasokan tambahan sebanyak 980 kilogram telah didatangkan dari wilayah Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, pasokan dari Jawa Barat seperti Bandung, Sumedang, dan Cianjur juga mulai masuk ke PIKJ untuk memperkuat stok nasional.
“Kebijakan ini dirancang agar harga di tingkat konsumen bisa lebih stabil, sementara petani tetap memperoleh margin yang wajar. Kami harapkan di tingkat pengecer maksimal harga berada di kisaran Rp65.000 per kilogram,” ujar Agung dalam keterangan resminya.
Meskipun harga mulai melandai, tantangan cuaca ekstrem masih menjadi perhatian. Curah hujan yang tinggi di daerah sentra produksi seringkali menghambat proses petik petani karena risiko cabai cepat membusuk. Selain itu, memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, pola konsumsi masyarakat yang meningkat turut memengaruhi fluktuasi harga di pasar-pasar turunan di wilayah DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying, karena stok pangan dipastikan aman dengan adanya dukungan distribusi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved