Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Kuliah di ITB 10 Semester Raih Gelar Sarjana dan Magister

Naviandri
03/2/2026 18:50
Kuliah di ITB 10 Semester Raih Gelar Sarjana dan Magister
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano bersama Head of Communication, Admission & Industry Relations ITB, N. Nurlela Arif(MI/NAVIANDRI)

INSTITUT Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan sistem perkuliahan baru pada pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran (TA) 2026/2027 yang dimulai pada Agustus 2026.

Sistem itu memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister sekaligus. Program inovatif ini dirancang tuntas dalam masa tempuh 10 semester.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano menyatakan dalam pelaksanaannya, para mahasiswa program sarjana ITB akan ditawari mengikuti pendidikan lanjutan menuju gelar magister dengan total masa tempuh 10 semester. Penawaran tersebut rencananya diberikan mulai semester tiga.

"Program ini akan diluncurkan pada penerimaan mahasiswa TA 2026/2027. Mereka diminta mendaftar di semester tiga, apakah bersedia menjalani perkuliahan 10 semester. Karena di semester tiga dan lima, mereka mulai mencicil beberapa mata kuliah S2," terangnya.

Menurut dia, dalam 10 semester tersebut, mahasiswa akan meraih gelar sarjana sekaligus magister dan prosesi wisuda akan dilaksanakan sebanyak dua kali. Mahasiswa juga diperkenankan mengambil jurusan magister lintas disiplin.

Hal ini membuat kurikulum yang diterapkan cenderung lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan mahasiswa. Misalnya, ada yang mengambil S1 Geodesi, tapi ingin belajar bisnis. Di semester tiga, dia bisa mendaftar program 10 semester di bidang bisnis.

"Meski program masih terus dikembangkan, namun kombinasi lintas disiplin ilmu sejauh ini belum memiliki batasan kaku. Contohnya,  mahasiswa S1 Seni Rupa bisa saja mengambil S2 Teknik Elektro. Bisa juga yang diambil fokus pada aplikasi AI (artificial intelligence), tidak perlu belajar turunan rumusnya. Kurikulumnya sangat fleksibel. Ini tantangan besar, tapi saya pikir kurikulum masa depan akan seperti itu," paparnya.


Tanpa matrikulasi tambahan


Irwan menambahkan, meski lintas disiplin, kemungkinan tidak ada matrikulasi tambahan bagi mahasiswa yang pindah jurusan. Karena setiap mahasiswa baru S1 ITB telah menempuh Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebagai standardisasi pemahaman dasar.

"Saya termasuk yang tidak setuju ada matrikulasi. Karena setiap mahasiswa sudah melewati TPB dengan baseline yang sama. Artinya mereka punya kemampuan berpikir terstruktur dan matematis. Sekarang pun ada mata kuliah wajib AI, critical thinking dan sustainability. Itu modal mereka untuk belajar di mana pun," jelasnya.

Dia melanjutkan, meski baru resmi diperkenalkan pada semester ganjil 2026/2027, skema 10 semester ini sudah mulai diterapkan bagi mahasiswa S1 yang tengah menempuh semester lima dan tujuh.

"Terbukti pada Januari 2026 ini, jumlah mahasiswa magister ITB meningkat signifikan, salah satunya berkat kontribusi program baru ini. Saat ini kami sudah meminta mahasiswa semester lima dan tujuh untuk mendaftar. Hasilnya sudah kelihatan, jumlah mahasiswa S2 kita yang berasal dari S1 ITB sekarang bertambah," ungkapnya.

Irwan mengatakan, alasan di balik perancangan program tersebut, salah satunya sebagai upaya link and match antara dunia akademik dengan kebutuhan industri.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner