Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Cegah Longsor, Menteri LH Imbau Warga Supaya tidak Bercocok Tanam di Daratan Tinggi

Kristiadi
02/2/2026 18:32
Cegah Longsor, Menteri LH Imbau Warga Supaya tidak Bercocok Tanam di Daratan Tinggi
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq mengimbau agar bercocok tanam palawija tidak dilakukan di daratan tinggi atau kawasan hutan lantaran dapat terjadi bencana yang tidak diinginkan.(MI/Kristiadi)

HUJAN deras yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan banjir di antaranya di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Hujan dengan intensitas lebat juga diduga menyebabkan tanah longsor menerjang Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kejadian tersebut, membuat tim SAR gabungan berhasil menemukan 74 korban dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pihaknya masih menyelesaikan bencana banjir yang terjadi di Sumata dan untuk kasus penindakan sudah dilakukan, termasuk memberikan arahan. Namun, untuk hunian tetap telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), termasuk analisis detail guna mengurangi terjadi bencana di kemudian hari.

"Bencana yang telah terjadi di Sumatra sudah diselesaikan termasuk Kementerian PUPR sudah menganalisasi secara detail terhadap hunian dan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih dipelajari karena masih ada longsoran di puncak bukit Burangrang yang sangat besar kemudian masuk ke daerah pemukiman warga," katanya, kemarin. 

Menurut Hanif, pemerintah daerah untuk sekarang ini harus memikirkan edukasi terkait pola makan masyarakat yakni mengurangi tanaman sub tropis semisal kentang, kol dan paprika. Karena, budaya Indonesia harus dikembalikan tanam asli Indonesia supaya tidak lagi bercocok tanam di daratan lebih tinggi dan di bagian tinggi menjadi hutan bukan tanam palawija. 

"Kami mengimbau warga tidak bercocok tanam di daratan lebih tinggi, karena pada bagian lebih tinggi menjadi hutan lantaran berbahaya bisa terjadinya bencana longsor. Bencana longsor di Kecamatan Cisarua antara hutan terakhir di pemukiman berupa tanaman semusim atau hortikultura, bukan ditanam spesies endemik kita," ujarnya.

Ia mengatakan, bercocok tanam di bagian lebih tinggi diperuntukkan bagi hutan dan bukan untuk palawija. Jika tidak, dapat berbahaya dan bisa terjadi bencana tanah longsor. 

Tanaman sub tropis, lanjutnya, biasanya ditanam pada suhu relatif sejuk. Di Indonesia harus berada di atas 800-2.000 meter atas permukaan laut dan bisa di daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). 

"Kami imbau agar bercocok tidak dilakukan di dataran lebih tinggi atau kawasan hutan, karena berbahaya dan bisa terjadi bencana yang tidak diinginkan. Karena, bercocok palawija harus dikembalikan sesuai dengan budaya asli Indonesia lantaran di daratan lebih tinggi masih menanam kentang, kol dan paprika," pungkasnya. (AD/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner