Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Banjir di Pamanukan, Lansia dan Bayi Berhasil Dievakuasi

Reza Sunarya
30/1/2026 19:35
Banjir di Pamanukan, Lansia dan Bayi Berhasil Dievakuasi
Proses Evakuasi seorang ibu dan Bayi yang terjebak banjir akibat meluapnya sungai Cipunagara.(MI/Reza Sunarya)

JAJARAN Polres Subang, Jawa Barat mengevakuasi seorang ibu dan bayi dilokasi banjir. Saat menyeberangi derasnya banjir proses evakuasi berlangsung dramatis karena perahu penyelamat nyaris hanyut dan terbalik terbawa arus. Sebelumnya proses evakuasi juga dilakukan terdahap seorang nenek sedang sakit dan terjebak banjir di rumahnya.

Setelah berjibaku menerobos derasnya air banjir,  ibu dan bayi bisa diselamatkan ke lokasi aman. Hingga jumat sore ketinggian air di permukiman warga yang berada di bantaran sungai Cipunagara, Pamanukan Subang kian tinggi dan menyebar hingga ke pusat kota Pamanukan.

Dengan menggunakan perahu kano, Polisi mengevakuasi seorang ibu. Sementara bayinya yang baru berusia 2 minggu, di gendong oleh seorang anggota polisi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis, karena perahu kano yang ditumpangi sang ibu nyaris terbalik terseret arus. Sehingga polisi memutuskan untuk menggendong sang ibu, namun sang ibu merasakan sakit pasca melahirkan, sehingga memaksa untuk berjalan menerobos derasnya banjir dengan dibopong Polisi.

Rencananya pasangan keluarga muda itu, yang diketahui bernama Anjas dan Neng fitri, serta si buah hati laki-laki bernama Erlingga, yang berusia dua minggu akan mengungsi ke tempat saudara.

"saya berterima kasih kepada bapak bapak polisi dan tim yang sudah menyelematkan keluarga saya, rencananya kami akan mengungsi di rumah saudara," Kata Anjas.Jumat (30/1).

Sementara Sebelumnya, Polisi Polsek Pamanukan dan tenaga kesehatan melakukan evakuasi seorang lansia yang menderita sakit di tengah kepungan banjir.

Tasriah 75 tahun, penderita sakit stroke di kampung Dukuh Desa Mulyasari, Pamanukan Subang, harus seger dievakuasi karena ketinggian banjir makin naik.

Dengan menggunakan tandu, petugas membawa Nenek Tasriah menerjang derasnya air banjir, setinggi 1 meter lebih. Kemudian Nenek Tasriah dibawa dengan mobil ambulans ke puskesmas guna mendapat perawatan medis. (RZ)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner