Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cegah Longsor, Mentan Tata Ulang Lahan Hortikultura

Depi Gunawan
28/1/2026 15:27
Cegah Longsor, Mentan Tata Ulang Lahan Hortikultura
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat.(MI/Depi Gunawan)

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, bahwa lahan pertanian dengan kemiringan di atas 45 derajat tidak lagi ideal ditanami sayuran. 

Oleh karena itu, pemerintah akan mengalihkan komoditas hortikultura ke tanaman perkebunan seperti kelapa, kopi, dan alpukat yang memiliki akar lebih dalam dan kuat. Hal itu disampaikan Amran saat meninjau kawasan terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1). 

"Kawasan yang sekarang ditanami hortikultura akan kami tata ulang. Tanaman perkebunan akarnya lebih dalam sehingga bisa menahan tanah," kata Amran. 

Pihaknya menyiapkan anggaran untuk menata ulang lahan pertanian di kawasan rawan longsor seperti Cisarua dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman perkebunan berakar keras guna mencegah bencana serupa terulang.

"Anggarannya sudah tersedia. Kami tinggal menunggu usulan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur. Begitu masuk, kami langsung bergerak," ujarnya. 

Ia mengatakan, penataan ulang lahan ini sejalan dengan arahan Presiden yang memerintahkan pengembangan tanaman perkebunan seluas sekitar 870.000 hektare di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada wilayah rawan bencana. 

"Penanaman hortikultura di lereng dengan kemiringan 20 hingga 45 derajat sangat berisiko memicu erosi dan longsor. Jika pola tanam tersebut dibiarkan, bencana serupa berpotensi terus berulang," jelasnya. 

Dalam kunjungannya tersebut, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan bagi korban bencana Cisarua kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner