Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Lakukan Inovasi Baru, Pasar Caringin Olah Sampah Jadi Pakan Ternak

Sugeng Sumariyadi
27/1/2026 17:35
Lakukan Inovasi Baru, Pasar Caringin Olah Sampah Jadi Pakan Ternak
Sejumlah pekerja melakukan pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung.(ISTIMEWA)

SEJUMLAH pasar menghadapi masalah dengan pengelolaan sampah. Salah satunya pernah dirasakan Pasar Induk Caringin di Kota Bandung.

Namun, Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin (BP3C) tidak diam. Mereka mengembangkan inovasi baru.

Sampah yang tidak berguna bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Di antaranya diolah menjadi pakan ternak, pelet, bioethanol, briket dan lainnya.

Inovasi tekhnologi dan sistem yang dikembangkan itu, kini menjadi solusi untuk permasalahan sampah yang ada di sekitar Pasar Induk Caringin. Pengelolaan ini juga menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Penyerapan tenaga kerjanya pun cukup besar.

Namun yang lebih menariknya inovasi sistem pengolahan sampah yang dilakukan pun bisa dikembangkan menjadi industri besar. Terlebih permintaan terhadap produk olahan sampah untuk pakan ternak dan lainnya cukup tinggi.

Kepala BP3C A Syarief Hidayat mengungkapkan persoalan sampah di pasar Induk Caringin kini sudah mulai teratasi seiring dengan inovasi bio tekhnologi yang dikembangkan. Sampah organik yang ada di Pasar Induk Caringin kini diolah dan menjadi produk bernilai ekonomi.

"Jadi sampah sayurannya kita olah dengan inovasi baru tersebut dan menjadi pakan ternak buat sapi dan kambing, pelet dan lainnya. Ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi," jelasnya.

Saat ini Pasar Induk caringin memproduksi sekitar 40 ton sampah organik per hari. Sampah organik tersebut diolah dan menjadi sekitar 25 ton pakan ternak.

"Pakan ternak dan produk hasil olahan tersebut dijual ke masyarakat. Permintaannya sangat banyak, bahkan saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang minta. Setiap hari kita produksi pakan ternak sapi kambing saja sekitar 25 ton dan dalam satu atau dua hari bisa habis," ungkapnya.

Lebih lanjut Syarief mengatakan,  pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pihaknya. Oleh karena itulah pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah membantu dan bekerja sama dalam mengatasi persoalan sampah.

"Termasuk juga motivasi dari Menteri Lingkungan Hidup. Kami sangat apresiasi, sehingga persoalan sampah bisa selesai," jelasnya.


Bisa jadi industri


Sementara itu, Sapto Prayogo Ketua Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia Cabang Bandung Raya (IALHI) mengapresiasi inovasi pengolahan sampah yang dikembangkan pengelola pasar induk Caringin.

Menurutnya pengolahan sampah tersebut perlu dikembangkan menjadi industri pengolahan sampah yang besar. Terlebih pengolahan sampah tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

"Ada sistem yang jelas dalam inovasi pengolahan sampah di Caringin. Ini yang luar biasa. Bahan materialnya ada dan diolah menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan permintaannya cukup tinggi karena  ada konsumen yang membutuhkan. Ini nilainya bisa lebih dari Rp15 miliar kalau dikembangkan," jelasnya.

Apresiasi yang sama pun diungkapkan, Daud Yusuf, Ketua Pengelolaan Sampah dan Bank Sampah (Peranusa) Jawa Barat.

Menurutnya inovasi pengolahan sampah yang dilakukan pengelola Pasar Induk Caringin ini cukup efektif dalam mengatasi persoalan sampah yang terjadi di masyarakat. Inovasi ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat lainnya.

"Saya bilang ini kampus. Saya tidak bilang disini adalah tempat pembuangan sampah, tapi disini adalah kampus tempat belajar. Orang bilang sampah itu adalah masalah, tapi disini sampah bisa menjadi pakan ternak dan produk produk bernilai ekonomi. Apalagi ada penciptaan tenaga kerja di sini, ini perlu dikembangkan," jelasnya.

Harapannya tidak hanya disini saja inovasi dilakukan. Tetapi inovasi pengolahan sampah ini perlu dikembangkan ke pasar lainnya.

"Terobosan ini sangat luar biasa, mudah mudahan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat. Selama ini para peternak kesulitan mencari pakan ternak, tetapi sekarang ini ada jawaban. Sampah organik jadi pakan ternak. Bahkan ternak yang makan pakan dari Caringin ini produksinya jadi naik," jelas Daud.

 

Dukungan dari pemerintah

 

Hal senada pun diungkapkan Eka Santosa, Tokoh Pemerhati Lingkungan Jawa Barat.

Menurut dia, inovasi pengolahan sampah pasar induk Caringin ini sangat efektif dalam pengentasan permasalahan sampah di Kota Bandung dan sekitarnya. Terlebih sistem pengolahan sampah tersebut sudah berjalan dan memiliki nilai ekonomis.

"Inovasi pengolahan sampah ini baru berjalan beberapa bulan saja, tetapi dampak ekonominya bagi masyarakat luar biasa. Sampah organik diolah dan menjadi sesuai bernilai ekonomi, menjadi pakan ternak dan briket. Apalagi permintaannya pun lumayan tinggi," katanya.

Menurut dia, inovasi pengolahan sampah tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah industri besar. Namun demikian hal itu tentunya harus mendapat dukungan positif dari pemerintah daerah, baik dari Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat.

"Harus ada dorongan dari pemerintah, karena ini bisa menjadi alternatif solusi pengentasan dari persoalan sampah," jelas Eka.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner