Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pasar menghadapi masalah dengan pengelolaan sampah. Salah satunya pernah dirasakan Pasar Induk Caringin di Kota Bandung.
Namun, Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin (BP3C) tidak diam. Mereka mengembangkan inovasi baru.
Sampah yang tidak berguna bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Di antaranya diolah menjadi pakan ternak, pelet, bioethanol, briket dan lainnya.
Inovasi tekhnologi dan sistem yang dikembangkan itu, kini menjadi solusi untuk permasalahan sampah yang ada di sekitar Pasar Induk Caringin. Pengelolaan ini juga menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Penyerapan tenaga kerjanya pun cukup besar.
Namun yang lebih menariknya inovasi sistem pengolahan sampah yang dilakukan pun bisa dikembangkan menjadi industri besar. Terlebih permintaan terhadap produk olahan sampah untuk pakan ternak dan lainnya cukup tinggi.
Kepala BP3C A Syarief Hidayat mengungkapkan persoalan sampah di pasar Induk Caringin kini sudah mulai teratasi seiring dengan inovasi bio tekhnologi yang dikembangkan. Sampah organik yang ada di Pasar Induk Caringin kini diolah dan menjadi produk bernilai ekonomi.
"Jadi sampah sayurannya kita olah dengan inovasi baru tersebut dan menjadi pakan ternak buat sapi dan kambing, pelet dan lainnya. Ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi," jelasnya.
Saat ini Pasar Induk caringin memproduksi sekitar 40 ton sampah organik per hari. Sampah organik tersebut diolah dan menjadi sekitar 25 ton pakan ternak.
"Pakan ternak dan produk hasil olahan tersebut dijual ke masyarakat. Permintaannya sangat banyak, bahkan saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang minta. Setiap hari kita produksi pakan ternak sapi kambing saja sekitar 25 ton dan dalam satu atau dua hari bisa habis," ungkapnya.
Lebih lanjut Syarief mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pihaknya. Oleh karena itulah pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah membantu dan bekerja sama dalam mengatasi persoalan sampah.
"Termasuk juga motivasi dari Menteri Lingkungan Hidup. Kami sangat apresiasi, sehingga persoalan sampah bisa selesai," jelasnya.
Bisa jadi industri
Sementara itu, Sapto Prayogo Ketua Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia Cabang Bandung Raya (IALHI) mengapresiasi inovasi pengolahan sampah yang dikembangkan pengelola pasar induk Caringin.
Menurutnya pengolahan sampah tersebut perlu dikembangkan menjadi industri pengolahan sampah yang besar. Terlebih pengolahan sampah tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi.
"Ada sistem yang jelas dalam inovasi pengolahan sampah di Caringin. Ini yang luar biasa. Bahan materialnya ada dan diolah menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan permintaannya cukup tinggi karena ada konsumen yang membutuhkan. Ini nilainya bisa lebih dari Rp15 miliar kalau dikembangkan," jelasnya.
Apresiasi yang sama pun diungkapkan, Daud Yusuf, Ketua Pengelolaan Sampah dan Bank Sampah (Peranusa) Jawa Barat.
Menurutnya inovasi pengolahan sampah yang dilakukan pengelola Pasar Induk Caringin ini cukup efektif dalam mengatasi persoalan sampah yang terjadi di masyarakat. Inovasi ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat lainnya.
"Saya bilang ini kampus. Saya tidak bilang disini adalah tempat pembuangan sampah, tapi disini adalah kampus tempat belajar. Orang bilang sampah itu adalah masalah, tapi disini sampah bisa menjadi pakan ternak dan produk produk bernilai ekonomi. Apalagi ada penciptaan tenaga kerja di sini, ini perlu dikembangkan," jelasnya.
Harapannya tidak hanya disini saja inovasi dilakukan. Tetapi inovasi pengolahan sampah ini perlu dikembangkan ke pasar lainnya.
"Terobosan ini sangat luar biasa, mudah mudahan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat. Selama ini para peternak kesulitan mencari pakan ternak, tetapi sekarang ini ada jawaban. Sampah organik jadi pakan ternak. Bahkan ternak yang makan pakan dari Caringin ini produksinya jadi naik," jelas Daud.
Dukungan dari pemerintah
Hal senada pun diungkapkan Eka Santosa, Tokoh Pemerhati Lingkungan Jawa Barat.
Menurut dia, inovasi pengolahan sampah pasar induk Caringin ini sangat efektif dalam pengentasan permasalahan sampah di Kota Bandung dan sekitarnya. Terlebih sistem pengolahan sampah tersebut sudah berjalan dan memiliki nilai ekonomis.
"Inovasi pengolahan sampah ini baru berjalan beberapa bulan saja, tetapi dampak ekonominya bagi masyarakat luar biasa. Sampah organik diolah dan menjadi sesuai bernilai ekonomi, menjadi pakan ternak dan briket. Apalagi permintaannya pun lumayan tinggi," katanya.
Menurut dia, inovasi pengolahan sampah tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah industri besar. Namun demikian hal itu tentunya harus mendapat dukungan positif dari pemerintah daerah, baik dari Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat.
"Harus ada dorongan dari pemerintah, karena ini bisa menjadi alternatif solusi pengentasan dari persoalan sampah," jelas Eka.
Data Center menuntut operasi tanpa henti (zero downtime). Sebagai infrastruktur kritis, kecenderungan ancaman dan risiko harus ditangani dengan teliti sejak dini.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan formalin, boraks dan zat lainnya dalam jumlah besar.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung melalui Satpol PP Kota Bandung terus melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan-kegiatan yang dilarang selama bulan suci Ramadan.
Melalui kolaborasi tiga program utama Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dapur Dashat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir.
Program ini mengajak para tamu untuk menikmati momen berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, dan kolega dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Pergeseran ini diharapkan lebih memaksimalkan kinerja aparatur pemerintahan
Pada tahun kedua kini fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Digitalisasi juga terus dikembangkan, antara lain melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam proses pemeriksaan sarana.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pada Januari, cakupan UHC berada di angka 98,03%. Dalam waktu satu bulan, terjadi peningkatan lebih dari satu persen hingga menembus 99,11%
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Sejauh ini sudah ada 39 varietas lokal yang sudah didaftarkan ke PPVTPP Kementerian Pertanian.
Saat ini 4.320 pegawai telah diangkat menjadi P3K paruh waktu. Rinciannya yaitu 2.379 guru dan 1.941 orang tenaga kependidikan.
MAKAN bergizi gratis (MBG) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang saat ini tengah diaudit BPKP.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan, Keraton Kasepuhan kembali menggelar tradisi dlugdag. Tradisi ini sebagai momen menyambut gembira kehadiran bulan yang penuh berkah.
Upaya ini mencakup manajemen rekayasa lalu lintas (lalin), perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga penataan sarana parkir bagi pengunjung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved