Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tegaskan Identitas Kota Militer, Rudal Rapier Jadi Ikon Baru Cimahi

Depi Gunawan
23/1/2026 17:01
Tegaskan Identitas Kota Militer, Rudal Rapier Jadi Ikon Baru Cimahi
Pemasangan Rudal Rapier sebagai ikon baru Kota Cimahi(MI/DEPI GUNAWAN)

Kota Cimahi kini memiliki ikon baru yang mencuri perhatian masyarakat. Tiga unit Rudal Rapier, alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI Angkatan Darat berdiri gagah di kawasan Bundaran Jati.

Alutsista yang sudah tidak lagi digunakan oleh TNI tersebut kian memperkuat identitas historis Cimahi sebagai kota militer, sekaligus menambah nilai estetika ruang publik.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cimahi secara resmi mengajukan permohonan kepada pimpinan TNI Angkatan Darat untuk memanfaatkan alutsista tak terpakai tersebut bagi kepentingan publik, dan permohonan itu pun disetujui.

Pemasangan Rudal Rapier dilakukan di kawasan pertemuan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Jati, dan Jalan Daeng Ardiwinata.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, penempatan Rudal Rapier di Bundaran Jati bukan semata-mata untuk menghiasi kota, melainkan sebagai pengingat akan karakter Cimahi sebagai kota militer yang memiliki sejarah panjang.

"Kenapa kita tempatkan Rudal Rapier di sini? Tidak hanya untuk memperindah, tetapi juga untuk mengingatkan masyarakat bahwa Cimahi adalah kota militer dengan sejarah yang kuat," katanya.

Ia menjelaskan, sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak masa kolonial, Cimahi telah dikenal sebagai kawasan dengan latar belakang militer yang sangat kental.

Karena itu, lanjut dia, kehadiran rudal ini diharapkan dapat menjadi media edukasi, khususnya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar sejarah kota tempat mereka tinggal.

"Ketika melihatnya, mereka akan berpikir, ‘Oh iya, kota ini dulu adalah kota militer yang punya peran penting dalam pertahanan bangsa’," ucapnya.


Penataan ruang publik

 

Menurut Ngatiyana, dibandingkan dibiarkan tidak terurus dan terbengkalai, pemanfaatan Rudal Rapier yang sudah tidak aktif digunakan oleh TNI sebagai elemen penataan ruang publik dinilai jauh lebih bermanfaat.

"Selain memiliki nilai sejarah, pemasangan rudal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang terbuka publik di Bundaran Jati, yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan kemacetan," jelasnya.

Dengan hadirnya landmark baru tersebut, pihaknya berharap Bundaran Jati tidak hanya menjadi titik pertemuan jalan raya, tetapi juga menjadi titik temu budaya dan sejarah bagi warga Cimahi maupun para pengunjung.

"Melalui langkah ini, kami ingin meneguhkan bahwa identitas Cimahi sebagai kota militer bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga merupakan karakter kota yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi mendatang," tuturnya.

Ke depan, Pemkot Cimahi juga berencana melengkapi kawasan tersebut dengan papan informasi yang memuat sejarah Rudal Rapier serta peran Cimahi dalam sistem pertahanan bangsa.

"Kami ingin warisan sejarah ini tidak hanya dilihat, tetapi juga dipahami dan dihargai. Dengan begitu, kita dapat membangun generasi muda yang bangga terhadap identitas kotanya," tandas Ngatiyana.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner