Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rektor Baru Universitas Ekuitas Dilantik, Menjawab Tantangan Pembangunan di Jawa Barat

Sugeng Sumariyadi
20/1/2026 16:35
Rektor Baru Universitas Ekuitas Dilantik, Menjawab Tantangan Pembangunan di Jawa Barat
Rektor Universitas Ekuitas Indonesia Prof Arief Helmi(MI/SUMARIYADI)

UNIVERSITAS Ekuitas Indonesia memiliki rektor baru. Prof Dr R Arief Helmi akan memimpin perguruan tinggi milik Bank bjb ini selama lima tahun ke depan.

Pakar ekonomi dari Universitas Padjadjaran itu akan bekerja didampingi dua wakil rektor, yakni Muhammad Rozahi Istambul dan Cecep Taufiqurrahman. Ketiganya dilantik di Bandung, Selasa (20/1).

"Tantangan ke depan kami ialah bekerja keras mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah," ungkap Prof Arief.

Kawasan di wilayah utara Jawa Barat itu, lanjutnya, sangat membutuhkan sumber daya manusia unggul, yang memiliki kemampuan dan kompetensi. Tugas Universitas Ekuitas Indonesia ialah mencetak SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan itu.

Dia mengaku tidak takut dan siap menghadapi tantangan itu. Universitas Ekuitas Indonesia memiliki staf dan pengajar yang memiliki pengalaman panjang dalam mencetak SDM unggul.

"Induk kami memang Bank bjb. Namun, kami juga harus menginduk pada kebutuhan masyarakat Jawa Barat, terhadap upaya pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Prof Arief menambahkan yang dibutuhkan Indonesia, khususnya Jawa Barat saat ini, ialah sumber daya manusia yang terampil. Kondisi itulah yang membuat industri mobil dari China dan Toyota berinvestasi dan membangun pabriknya di Subang, Jawa Barat.

Karena itu, Universitas Ekuitas Indonesia mengembangkan kurikulum yang menghasilkan SDM terampil. Bukan lulusan yang paham atau pintar apa, tapi bisa apa.

"Kami akan konsern pada keterampilan lulusan kita. Bagi kami seorang yang terampil, pasti akan paham terhadap apa yang telah dia pelajari,' tegasnya.

Dalam tataran industri di Jawa Barat, Arief juga mengaku akan mendorong pusat-pusat industri yang ada berdampak pada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Jika berdampak, dipastikan perkembangan ekonomi di wilayah itu akan meningkat dan mampu menyejahterakan masyarakat.


STIE Ekuitas


Universitas Ekuitas Indonesia merupakan pengembangan dari lembaga sebelumnya, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas yang mulai beroperasi pda 2001.

Pada Agustus 2025 lalu, STIE Ekuitas mendapat izin bertransformasi menjadi Universitas Ekuitas Indonesia dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi.

Jika semula hanya mengampu Fakultas Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akutansi, pengembangan dilakukan dengan membuka satu fakultas baru, yakni Fakultas Informatika dan Komputer. Fakultas baru ini membuka 4 jurusan, yakni S1 Sistem Informasi, S1 Data Science, S1 Informatika, dan S1 Bisnis Digital.

"Pembukaan Fakultas Informatika dan Komputer pada November 2025 lalu itu sangat strategis. Saat ini, tidak ada perusahaan yang bergerak tanpa informasi dan digitalisasi," tambah Prof Arief.

Di era informasi ini, lanjut dia, kesempatan harus diraih perusahaan. Pasalnya, perusahaan yang tidak mengikutinya akan ditinggalkan dan tidak punya masa depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner