Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Di Preschool Gagasceria, Bunda PAUD Kota Bandung Dorong Orangtua Sekolahkan Anak sejak Dini

Sugeng Sumariyadi
19/1/2026 15:29
Di Preschool Gagasceria, Bunda PAUD Kota Bandung Dorong Orangtua Sekolahkan Anak sejak Dini
Bunda PAUD Kota Bandung Aryatri Benarto Farhan saat melihat dari dekat keceriaan anak-anak di Preschool Gagasceria.(MI/SUMARIYADI)

ANGKA partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Bandung, saat ini sudah mencapai 86% dari total jumlah anak. Pengembangan sekolahnya juga terus meluas, dari 683 sekolah pada 2022 menjadi 707 pada 2024.

"Saya mengajak para Bunda PAUD di tingkat desa dan kecamatan, serta Pokja Bunda PAUD untuk terus bekerja keras, sehingga angka partisipasi PAUD ini terus meningkat. Kita semua berharap lebih banyak lagi orangtua yang mengantarkan anaknya untuk belajar ke PAUD," papar Bunda PAUD Kota Bandung Aryatri Benarto Farhan, Senin (19/1).

Saat mengunjungi Preschool Gagasceria, di Jalan Malabar, Kota Bandung, dalam rangka Pembinaan Tingkat Kewilayahan Peran Bunda PAUD, istri Wali Kota Bandung Muhamad Farhan itu menambahkan, PAUD merupakan dasar untuk membentuk generasi muda. Di PAUD, mulai ditanamkan karakter dan budaya, yang menjadi pedoman bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut dia, anak sejak dilahirkan sudah terkena terpaan pengaruh dari luar. Teknologi informasi membuat anak sudah mengenal telepon seluler dan televisi sejak dini.

"Selain itu, tidak semua pengaruh di rumah yang diterima anak itu selalu positif. PAUD memegang peran penting untuk memberikan energi positif bagi anak. Di PAUD, anak mendapat standar baik yang dibutuhkn untuk masa depan," tandas Aryatri.

Dia menegaskan pendidikan dasar yang seharusnya diberikan di PAUD tidak hanya sekadar literasi dasar berupa baca, tulis dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.

"Dari sisi literasi, kita juga tidak boleh hanya terpaku pada urusan baca dan tulis saja. Literasi pun harus disesuaikan dengan minat anak. Tidak semua suka membaca buku, sehingga kita juga harus berinovasi untuk menyediakan literasinya," tegasnya.

Aryatri juga mengingatkan pentingnya menyediakan lingkungan yang sehat untuk peserta didik di PAUD. Dengan membiasakan anak hidup sehat akan membentuk karakter mereka di masa depan.

"Karena itu di PAUD harus bersih dan sehat. Tersedia fasilitas MCK yang baik untuk anak," tandasnya.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Gagasceria, Aryatri melihat sejumlah fasilitas PAUD. Dia juga sempat berdialog dengan anak-anak usia dini yang ada di sana.

"Saya terkesan dengan fasilitas yang lengkap dan bersih di sekolah ini. Kami menjadikan Gagasceria sebagai percontohan untuk PAUD lain di Kota Bandung," lanjutnya.


Sekolah Gagasceria

 

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Anak Indonesia Bandung, pengelola Sekolah Gagasceria, Rostiany Harahap meyakini PAUD sangat penting bagi masa depan anak-anak.

"Gagasceria sudah berdiri sejak 27 tahun lalu. Kami berkomitmen mengembangkan kemmpuan anak untuk bisa berpikir kritis dan kreatif, melalui program literasi pada pendidikan anak usia dini," jelasnya.

Dia menambahkan dalam PAUD, Gagasceria menantang anak untuk berpikir, membaca, menulis dan merancang kegiatan untuk mereka. Anak diajak untuk membaca, tapi tidak sekadar alfabet, tapi belajar mengeksplorasi dunia ciptaan Tuhan lewat panca indera mereka.

Anak, lanjutnya, disiapkan untuk mampu menulis dan percaya diri. Mereka bisa mengungkapkan pikiran dan gagasan kreatifnya.

"Gagasceria bercita-cita mengantar anak menghargai kemampuan pribadi dan mencintai Tuhan secara utuhb dan sadar," tegasnya.

Menurut Rostiany, peran Bunda PAUD sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan berkuliatas. "Mari bersinergi. Guru, orangtua dan pemerintah, bersama-sama menciptakn ruang belajar yang aman, nyaman dan memenuhi kebutuhan unik setiap anak," tegasnya.

Lebih jauh, Kepala Preschool Gagasceria, Dewi Caturwulandari mengungkapkan Gagasceria melakukan pendekatan bermain sambil belajar untuk anak-anak usia dini.

"Kami ingin mennamkan pengalaman berbahasa melakukan interaksi. Kami membawa mereka untuk lebih banyak berkomunikasi dan melakukan eksplorasi dan berlanjut mampu mengekspresikan ide dan gagasan lewat tulisan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengungkapkan pada tahun ini, Pemerintah Kota Bandung berkosentrasi membangun infrastruktur sekolah. Dana yang dikucurkan mencapai Rp131 miliar.

"Tahun ini, kita membangun sekolah dan kelas baru, merenovasi sekolah yang tidak layak menjadi layak, dan melengkapi fasilitas sekolah. Salah satunya, kita utamakan penyediaan fasilits MCK yang layak di sekolah," tandasnya.

Dia mengaku terkesan saat mengunjungi sejumlah sekolah swasta di Kota Bandung. Mereka memiliki fasilitas yang baik dan lingkungan yang sehat.

"Kami sangat menginginkan sekolah negeri yang ada di Bandung bisa memiliki fasilitas dan lingkungan seperti di sekolah-sekolah swasta," tegasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner