Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Purwakarta Surplus Beras, Petani Minta Kenaikan HPP

Reza Sunarya
15/1/2026 19:10
Purwakarta Surplus Beras, Petani Minta Kenaikan HPP
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta Hadyanto Purnama.(MI/REZA SUNARYA)

KABUPATEN Purwakarta, Jawa Barat, memperkuat ketersediaan padi di tengah ancaman cuaca buruk pada musim penghujan. Hasil panen padi menunjukkan tren positif sepanjang 2025 dengan produksi sebanyak  293.111 ton gabah kering atau setara 180.400 ton beras.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta, pada 2025 daerah ini mengalami peningkatan hasil panen yang mencapai 293.111 ton gabah kering atau setara 180.400 ton beras. Jumlah itu membuat Purwakarta surplus 60.400 ton beras.

Sementara pada 2024, Hasil produksi gabah kering mencapai 265.893 ton, atau setara dengan 170.464 ton beras. Kala itu daerah ini surplus 50.464 ton beras

Luas panen juga mengalami kenaikan. Pada 2024 luas panen 40.957 hektare bertambah menjadi 42.754 hektare pada 2025.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Hadyanto Purnama mengatakan peningkatan luas tanam ini berdampak langsung pada naiknya hasil produksi gabah kering giling (GKG).

"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, produksi kita mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada 2024 produksi GKG mencapai 265.893 ton, atau setara dengan 170.464 ton beras, dan 2025 hasil panen mencapai 293.111 ton gabah kering atau setara beras 180.400 ton,: ungkapnya, Kamis (15/1).

Menurut dia, dengan tingkat konsumsi beras masyarakat Purwakarta sekitar 110 kilogram per kapita, jumlah produksi yang dihasilkan tahun ini sudah jauh melampaui kebutuhan lokal.

"Kalau dilihat dari luas panen dan konsumsi masyarakat, kita jelas mengalami surplus. Produksi tahun ini mencukupi kebutuhan dan bahkan menyisakan stok cadangan," katanya.

Memasuki musim penghujan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif agar petani terhindar dari potensi gagal panen akibat banjir.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR bidang pengairan untuk memperbaiki drainase dan saluran irigasi supaya tidak jebol ke area sawah," jelas Hadyanto.


Kenaikan HPP


Sementara itu, petani di Kabupaten Purwakarta mengusulkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dinaikkan menjadi Rp7.000 per kilogram.

Mamad Salah seorang petani di Desa Citalang menyebut angka tersebut dibutuhkan agar petani bisa lebih sejahtera. "Kalau mau petani sejahtera ya HPP gabah harus Rp7.000 per kg. Kami harus menanggung terdapat kenaikan biaya usaha tani," jelasnya.

Dia menegaskan harga sesuai HPP harus benar-benar dinikmati petani, bukan justru menguntungkan pihak perantara.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner