Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dua BUMD Jawa Barat Kerja Sama Jamin Kredit Pekerja Migran

Bayu Anggoro
14/1/2026 19:07
Dua BUMD Jawa Barat Kerja Sama Jamin Kredit Pekerja Migran
Direktur Utama PT Jamkrida Jabar, Bobby Cahyadi dan Direktur Utama PT BPR Karya Utama Jabar, Mohamad Noor Rahman, menandatangi kerja sama penjaminan kredit konsumtif bagi pekerja migran Indonesia di Jawa Barat.(MI/BAYU ANGGORO)

PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Barat menjalin kerja sama dengan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Karya Utama Jabar dalam skema penjaminan kredit konsumtif bagi pekerja migran Indonesia di Jawa Barat.

Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.

Direktur Utama PT Jamkrida Jabar, Bobby Cahyadi, mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mengembangkan perekonomian Jawa Barat melalui dukungan pembiayaan bagi pekerja migran.

"Kerja sama Jamkrida Jabar dengan BPR Karya Utama ini merupakan bentuk sinergi BUMD Pemprov Jabar. Kami mendukung pembiayaan pekerja migran Indonesia yang berkontribusi terhadap perekonomian karena mereka merupakan pahlawan devisa," ujarnya, seusai penandatanganan naskah perjanjian kerja sama di Kantor Biro BUMD, Kota Bandung, Rabu (14/1).

Dia berharap, melalui skema penjaminan kredit ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran sekaligus memperkuat peran BUMD dalam pembangunan daerah.

"Harapannya kerja sama ini bisa menekan pengangguran dan menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan antar BUMD," ungkapnya.


Mitigasi risiko


Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Karya Utama Jabar, Mohamad Noor Rahman, menjelaskan, kerja sama dengan Jamkrida Jabar menjadi bagian penting dari mitigasi risiko dalam penyaluran pembiayaan, khususnya bagi calon tenaga kerja migran.

"Bagi BPR Karya Utama Jabar ini adalah bentuk kolaborasi BUMD sekaligus mitigasi risiko ketika membiayai tenaga kerja migran, yang saat ini fokusnya ke Jepang," tambahnya.

Menurut dia, pembiayaan dilakukan dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sehat dan kredibel. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas calon debitur serta menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

"Ini baru pertama kami lakukan. Kami ingin membantu calon pekerja migran yang akan berangkat ke Jepang yang nantinya memberikan devisa bagi Jawa Barat," tambah Noor Rahman.

Meski saat ini masih berfokus pada Jepang, dia membuka peluang ekspansi ke negara lain. BPR Karya Utama Jabar juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menjajaki peluang pembiayaan pekerja migran ke berbagai negara tujuan.

"Kami tetap membuka kesempatan kerja sama dengan lembaga lain dan negara tujuan lain, sesuai dengan informasi dan kebutuhan tenaga kerja migran," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro BUMD Investasi dan Administrasi Pembangunan Pemprov Jabar, Deny Hermawan mengapresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut.

"Pemprov Jabar menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antar BUMD, yakni Jamkrida Jabar dan BPR Karya Utama Jabar," tambahnya.

Dia menyatakan kedua BUMD telah menunjukkan kinerja yang positif sepanjang 2025. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya tumbuh masing-masing perusahaan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah.

"Sinergi ini sangat bermanfaat, terutama dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran, meningkatkan devisa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat," lanjut Deny.

Dia berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh kolaborasi BUMD dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu juga mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.

"BUMD-BUMD ini mampu menjadi satu ekosistem yang kuat dengan menggerakkan perekonomian, memberikan layanan kepada masyarakat dan memberikan PAD kepada Pemprov Jabar yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan Jawa Barat," tegasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner