Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

51 Ribu Anak di Cianjur tidak Sekolah, Faktor Ekonomi Sosial Jadi Penyebabnya

Benny Bastiandy
14/1/2026 17:30
51 Ribu Anak di Cianjur tidak Sekolah, Faktor Ekonomi Sosial Jadi Penyebabnya
Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Ruhli Solehudin(MI/BENNY BASTIANDY)

SEKITAR 51 ribu anak usia sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak bersekolah. Ada beragam faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.

"Jadi, pada pertengahan 2025 atau sekitar Agustus-September, kita mendapatkan data dari Pusdatin bahwa ada sekitar 51 ribu anak yang tidak sekolah," katanya, Rabu (14/1).

Dari jumlah sebanyak itu, sebut di, diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Pertama anak drop out, kemudian anak yang lulus sekolah tapi tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, serta anak yang belum pernah sekolah sama sekali.

"Nah, kita pemerintah daerah melalui Disdikpora langsung memverifikasi dan memvalidasi ulang data tersebut," sebut Ruhli.

Saat ini proses verifikasi dan validasi masih berproses. Diharapkan  setelah dilakukan proses verifikasi dan validasi, jumlah anak tidak bersekolah bisa saja jadi berkurang.

"Karena data itu bisa dibilang masih mentah. Jadi, datanya harus di-update melalui verifikasi dan validasi di setiap kecamatan by name by address," ungkapnya.


Koordinasi lintas sektoral

 

Ruhli menuturkan, Disdikpora Kabupaten Cianjur merespons data tersebut dengan menindaklanjutinya dengan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan data akurat terhadap jumlah anak tak bersekolah sehingga betul-betul sinkron.

"Kami berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama, kemudian Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VI, lalu dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa karena update data melalui verifikasi dan validasi menyasar seluruh kecamatan maupun desa dan kelurahan. Demikian dengan koordinasi kami lakukan dengan Disdukcapil dan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah," imbuhnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan data Pusdatin itu, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Cianjur relatif cukup tinggi. Kondisi ini dimungkinkan karena faktor sosial ekonomi keluarga, faktor umur anak sudah di atas usia wajar sekolah, maupun faktor kesenjangan di keluarga.

"Berdasarkan penyandingan data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, faktor sosial ekonomi mendominasi penyebab tingginya anak tidak sekolah di Kabupaten Cianjur," ucap Ruhli.

Secara pemetaan, dari jumlah data anak tidak sekolah mayoritas berdomisili di wilayah perkotaan atau di wilayah utara Kabupaten Cianjur. Paling banyak, anak tidak sekolah berada pada jejang pendidikan SMA sederajat.

"Kalau untuk usia jenjang pendidikan SD dan SMP bisa dikatakan masih dalam tahap wajar jumlahnya," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner