Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Diketahui Memiliki Komorbid, Satu Pasien Super Flu Meninggal Dunia di RSHS Bandung

Naviandri
12/1/2026 18:22
Diketahui Memiliki Komorbid, Satu Pasien Super Flu Meninggal Dunia di RSHS Bandung
Ilustrasi(Istimewa )

SATU orang pasien berusia lanjut dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau super flu meninggal di RSHS Bandung yang diketahui memiliki komorbid. 

Ketua tim Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging (Pinere) RSHS Bandung dr Yovita Hartantri, Minggu (11/1) mengungkapkan, bahwa penyakit bawaan pada pasien tersebut masuk kategori berat, sehingga belum dapat dipastikan apakah orang tersebut meninggal karena 'super flu' atau bukan.

"Di RSHS Bandung sendiri, ada 10 pasien yang mengalami gejala 'super flu' dengan rata-rata usia pasien 20-60 tahun, dua bayi usia 9 bulan dan 1 tahun,  serta usia 11 tahun," terangnya.

Menurut Yovita, dilihat dari data yang ada, ada dua pasien dengan gejala berat. Satu pasien masuk ke ruang high cap dan satu pasien lainnya masuk ke ruang intensif. Satu pasien yang ditempatkan di ruang intensif itulah yang dinyatakan meninggal karena disebabkan mengidap penyakit komorbid.

"Penyakit bawaan pada pasien yang meninggal tersebut yakni stroke dan gagal jantung. Terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan, karena memang dia mungkin mengidap komorbid yang banyak," paparnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS dr Iwan Abdul Rachman menambahkan, 'super flu' sebetulnya tidak jauh berbeda dengan kondisi influenza musiman seperti biasa. 

Hanya saja, 'super flu' berada dalam tingkat penyakit yang lebih berat dan penyebarannya yang lebih cepat. Pihaknya pun memastikan siap memberikan pelayanan pada siapapun pasien yang membutuhkan layanan tersebut.

"Dan bila dirasakan gejala dari flu itu berat, kami persilakan untuk datang ke fasilitas kesehatan khususnya yang ada  di RSHS Bandung," jelasnya.

Iwan menambahkan, karakteristik 'Super Flu' (H3N2 Subclade K), merupakan varian influenza musiman yang telah bermutasi, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih agresif. Di RSHS, pasien tersebar dari usia bayi (9 bulan) hingga dewasa (60 tahun).

"Gejala yang perlu diwaspadai, jika Anda atau keluarga mengalami demam tinggi, sesak napas, atau lemas yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan. RSHS telah menyiapkan ruang High Care dan intensif khusus untuk menangani infeksi ini," sambungnya. (AN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner